IHSG Sesi I Berbalik Anjlok, Saham CHEM, PSDN, hingga TPIA Memukau
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (14/5/2024), ditutup melorot 16,29 poin (0,23%) menjadi 7.82,97. Koreksi ini berbanding terbalik di awal transaksi dengan kenaikan lebih dari 35 poin.
Pelemahan dipicu atas koreksi saham sektor industry 1,70%, sektor teknologi 1,25%, sektor infrastruktur 0,58%, sektor consumer primer 0,67%, sektor kesehatan 0,59%, dan sektor keuangan 0,17%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer non primer 0,40% dan sektor properti 0,02%.
Baca Juga
Aksi Korporasi Anak-anak Usaha Massif, Harga Wajar Saham Barito Pacific (BRPT) Rp 2.500
Meski IHSG melorot, saham PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) justru cetak kenaikan sampai auto reject atas (ARA) Rp 21 (35%) menjadi Rp 81, PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) naik Rp 19 (24,68%) menjadi Rp 96, naik Rp 16 (26,67%) menjadi Rp 76, PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) naik Rp 26 (17,93%) menjadi Rp 171, PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) naik Rp 16 (17,58%) menjadi Rp 107, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 375 (4,66%) menjadi Rp 8.425.
Sebaliknya penurunan melanda lima saham berikut, yaitu saham PT MPX Logistics International Tbk (MPXL), PT PT Astra International Tbk (ASII), PT Citra Tubindo Tbk (CTBN), PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS), dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA).
Semalan, Wall Street ditutup bergerak bervariasi, yaitu Dow Jones melemah 0,21%, indeks S&P500 melemah 0,024%. Sebaliknya Nasdaq berhasil menguat 0,29%.
IHSG kemarin ditutup naik tipis 10,46 poin (0,15%) menjadi 7.099,26. Pemodal asing buang (net sell) saham senilai Rp 2,02 triliun atau terjadi lonjakan, dibandingkan beberapa hari terakhir.
Baca Juga
Terhempas Usai Cum Dividen, Simak Kembali Target Harga Astra International (ASII) Ini
Aksi buang saham melanda PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) senilai Rp 1,32 triliun. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 411,19 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 249,86 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 226,80 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 54,90 miliar.
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda tiga saham berikut, yaitu saham PT Astra International Tbk (ASII) Rp 134,71 miliar, PT XL Axiata Tbk (EXCL) Rp 101,75 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 54,01 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 42,01 miliar, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 35,75 miliar.
Grafik IHSG

