Prospek Stabil, Indosat (ISAT) Pertahankan Peringkat idAAA Pefindo
JAKARTA, investortrust.id - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat idAAA untuk PT Indosat Tbk (ISAT) dan semua obligasi ISAT yang masih beredar.
Pefindo juga memberikan peringkat idAAA(sy) untuk sukuk ISAT yang saat ini masih beredar. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah stabil dengan jangka waktu 7 Mei 2024 hingga 1 Mei 2025.
Sebagai catatan, efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo. Kemampuan emiten untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan emiten Indonesia lainnya adalah superior.
Baca Juga
Pendapatan Indosat (ISAT) Naik 15,8% Jadi Rp 13,83 Triliun, Pelanggan Tembus 100 Juta
Analis Pefindo Martin Pandiangan dan Ayuningtyas Nur menyampaikan, peringkat idAAA mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham utama, posisi pasar Perusahaan yang sangat kuat, dan marjin laba yang kuat dalam jangka pendek hingga menengah.
‘’Peringkat dibatasi oleh struktur permodalan yang moderat dan ketatnya persaingan di industri,’’ urai Martin dan Ayunungtias dalam laporan peringkat yang dikutip, Selasa (14/5/2024).
Meski begitu, Pefindo menyebut peringkat dapat diturunkan jika ISAT secara agresif mendanai ekspansi bisnis dengan utang yang secara substansial lebih besar dari yang diproyeksikan tanpa diimbangi dengan membaiknya pendapatan dan marjin laba dalam jangka waktu dekat hingga menengah.
Baca Juga
Indosat: Operator Seluler Butuh Insentif untuk Pengembangan Jaringan 5G
Sebagai catatan, ISAT atau Indosat Ooredoo Hutchison merupakan penyedia layanan telekomunikasi dan informasi di Indonesia, mencakup layanan bisnis seluler; multimedia, internet, dan komunikasi data (MIDI); dan jaringan telepon tetap.
Pada tanggal 31 Maret 2024, 65,64% saham ISAT dimiliki oleh Ooredoo Hutchison Asia, Pte Ltd, yang dikendalikan bersama oleh Ooredoo South East Asia Holding W.L.L dan CK Hutchison Indonesia Telecom Holdings Limited. Pemegang saham ISAT berikutnya adalah PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (9,63%), PT Tiga Telekomunikasi Indonesia (8,33%), dan publik (16,40%).
Pergerakan Harga Saham ISAT:

