IHSG Diprediksi Volatile, Intip Saham Potensi Cuan Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih cenderung bergerak volatile pada perdagangan sepekan ke depan, periode 13 Mei hingga 17 Mei 2024.
Retail Equity Research PT KB Valbury Sekuritas, Afif Abdullah, mengatakan, secara teknikal IHSG masih condong bergerak di area MA 200, di mana secara harian akan berkutat pada rentang level 7.000-7.150.
“Secara teknikal IHSG berpotensi akan konsolidasi di range MA 200 dan masih cenderung melemah, area 7.000 adalah support penting yang apabila ditembus, maka IHSG berpotensi untuk turun ke support berikutnya di 6.950,” urai Afif dalam riset mingguan yang dikutip, Minggu (12/5/2024).
Baca Juga
Stagnan di Kuartal I, Indocement (INTP) Tetap Optimistis Pasar Semen Nasional Tumbuh 3%
Meski IHSG condong konsolidasi, Afif menyebut beberapa saham dapat diperhatikan pada minggu ini diantaranya adalah INCO, MDKA, ANTM, CPIN, MYOR, dan GOTO.
“Beberapa rilis data penting yang ditunggu pelaku pasar selama sepekan kedepan diantaranya adalah pada hari Rabu (15/5/2024), ada rilis data necara perdagangan dalam negeri dan dari luar negeri adalah rilis data inflasi, kemudian pada hari Kamis, (16/5/2025) ada klaim pengangguran di Amerika Serikat (AS),” urainya.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah -34 poin atau sebesar -0.49% ke level 7.088 dengan total transaksi sebesar Rp 13 trilliun pada perdagangan hari Rabu, (8/5/2024).
Kinerja IHSG pada perdagangan pekan kemarin masih terpantau melemah dengan total penurunan sebanyak -45 poin atau turun -0.64% di mana masih disebabkan oleh derasnya dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia.
Baca Juga
Akan Resmikan Bendungan Ameroro, Presiden Jokowi Tiba di Kendari
Rupiah sendiri terpantau mulai mampu menahan laju kenaikan dari mata US Dollar dimana pergerakan seminggu terakhir terpantau bertahan di Rp 16.000 per USD.
Turunnya IHSG masih disebabkan oleh saham-saham dari sektor perbankan seperti BBRI, BBCA, BMRI, BBNI dan TLKM dengan total dana asing yang melakukan penjualan bersih sebesar lebih dari Rp 2,5 trilliun selama seminggu terakhir.
Secara sektoral pergerakan indeks terpantau bervariatif dimana sektor industri mengalami penurunan -1.9% sedangkan sektor yang mengalami kenaikan adalah sektor basic industri dimana mengalami peningkatan sebesar 2,1% ditopang oleh naiknya saham-saham seperti TPIA, INCO, MDKA dan MBMA.
Pergerakan IHSG Secara Year to Date:

