IHSG Masih Betah di Zona Merah, Begini Pandangan Sejumlah Analis
JAKARTA, investortrust.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah. Ditutup melemah 25,83 poin (0,36%) ke level 7.097,78, pada Rabu (8/5/2024).
Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak dalam rentang level 7.074-7.164.
Analis Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer mengatakan, salah satu faktor yang mempengaruhi arah pergerakan IHSG saat ini adalah volatilitas kurs rupiah, ketegangan geopolitik, serta kebijakan bank sentral yang menaikan suku bunga acuan BI-Rate ke level 6,25%.
“Update data foreign exchange reserve (cadangan devisa) RI untuk periode bulan April 2024 mengalami pelemahan ke angka US$ 136,2 miliar, sedangkan angka sebelumnya atau Maret 2024 berada di level US$ 140,4 miliar, angka tadi bahkan di bawah dari konsensus levelnya di kisaran angka US$ 138 miliar,” jelas Miftahul kepada investortrust.id, Rabu (8/5/2024).
Baca Juga
Bukan Saham Perbankan, Ini yang Diserbu Investor Asing di Lantai Bursa
Dia melanjutkan, bahwa angka cadangan devisa tersebut merupakan yang terkecil sejak Oktober tahun lalu, yang mana mencerminkan pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan upaya berkelanjutan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
“Angka-angka terakhir ini setara dengan enam bulan impor dan pembayaran utang,” imbuhnya.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Analis Pilarmas Investindo Maximilianus Nico mengatakan, selama tensi geopolitik masih belum tenang, potensi penurunan tingkat suku bunga masih belum jelas, dan data inflasi serta ketenagakerjaan di Amerika Serikat juga masih belum mengalami penurunan, hal ini akan memberikan tekanan kepada pasar.
Baca Juga
Lebih lanjut, senior Equity Investment Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mencermati perdagangan hari ini dengan perspektif teknikal. Menurutnya IHSG masih dalam fase bearish consolidation dengan target support di level 7.014.
“Namun apabila IHSG berhasil break above batas atas dari down channel pada sekitar 7170, maka pergerakab lanjutannya IHSG akan uji resistance pada area 7.207 terbuka lebar,” tutur Nafan. (CR-4)

