Rasio Dividen 100%, Antam (ANTM) Tetapkan Dividen Rp 128 per Saham
JAKARTA, investortrust.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menetapkan dividen tahun buku 2023 senilai Rp 3,07 triliun atau setara dengan 100% dari raihan laba. Angka dividen tersebut merefleksikan Rp 128 per saham.
Persetujuan dividen tersebut diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) ANTM yang berlangsung di Jakarta, Rabu (8/5/2024).
Dengan divididen Rp 128 per saham, yield dividen ANTM mencapai 8,50%. Angka tersebut jauh di atas rata-rata dalam lima tahun terakhir sekitar 1,92%.
Baca Juga
Tahun lalu, anggota MIND ID ini membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 3,07 triliun tahun 2023. Angka tersebut turun dari raihan periode sama tahun sebelumnya Rp 3,82 triliun.
Grafik Saham ANTM Ytd
Penurunan laba Antam tersebut juga merefleksikan pelemahan pendapatan dari Rp 45,93 triliun pada 2022 menjadi Rp 41,04 triliun pada 2023. Sedangkan laba kotor turun dari Rp 8,21 triliun menjadi Rp 6,31 triliun.
Perseroan berhasil mengendalikan beban yang ditunjukkan penurunan beban usaha dari Rp 4,26 triliun menjadi Rp 3,69 triliun, namun demikian laba usaha ANTM tetap turun dari Rp 3,94 triliun menjadi Rp 2,61 triliun.
Terkait penyumbang pendapatan, manajemen Antam menyebutkan, penjualan segmen nikel berkontribusi Rp 12,87 triliun atau naik dari realisasi tahun 2022 senilai Rp 12,03 triliun. Perseroan mencatatkan produksi feronikel sebanyak 21.473 ton dan penjualan sebanyak 20,138 ton nikel dalam feronikel (TNi).
Baca Juga
Pendapatan juga disumbangkan penjualan bijih nikel mencapai Rp 8,32 triliun atau setara dengan 20% dari total pendapatan konsolidasi. Angka tersebut berasal dari penjualan bijih nikel sebanyak 11,71 juta wmt tahun 2023, dibandingkan 2022 hanya 7,01 juta wmt.
Pendapatan Antam (ANTM) juga berasal dari penjualan segmen bauksit dan alumina senilai Rp 1,69 triliun. Sedangkan penjualan emas masih menjadi penyumbang terbesar bagi perseroan senilai Rp 26,12 triliun dari penjualan sebanyak 26,13 juta ton.

