Pengelola Cinema XXI (CNMA) Tetapkan Rasio Dividen 95%, Nilai per Saham Segini
JAKARTA, investortrust.id – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) menetapkan dividen tahun buku 2023 senilai Rp 666,76 miliar. Dividen tersebut setara dengan Rp 8 per saham.
Sekretaris Perusahaan dan Direktur CNMA Tri Rudy Anitio mengatakan, nilai dividen yang dibagikan setara dengan 97% dari total raihan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan tahun 2023 dengan total Rp 687,8 miliar.
Baca Juga
Kinerja Cinema XXI (CNMA) Diprediksi Tumbuh, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
"Dividen ini bagian dari komitmen kami kepada para pemegang saham setelah perseroan sukses melaksanakan initial public offering (IPO) tahun 2023. Apalagi perseroan berhasil mengoptimalkan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk memperkuat fundamental dan menjaga keberlanjutan bisnis bioskop Cinema XXI," ujarnya melalui keteranga resmi diterima investortrust.id di Jakarta, Selasa (2/4/2024).
Selain memutuskan dividen, perseroan menyebutkan telah merealisasikan penggunaan dana hasil IPO saham Rp 1,13 triliun hingga akhir Desember 2023, sehingga sisa dana IPO saham mencapai Rp 1,05 triliun. Sebagaimana diketahui perseroan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 25 Juli 2023. Total dana yang diraup perseroan dari aksi korporasi tersebut mencapai Rp 2,17 triliun.
RUPST juga menyetujui usulan perubahan susunan pengurus CNMA dengan mengangkat Suryo Suherman untuk menggantikan Hans Gunadi sebagai direktur utama dan mengangkat Ongki Wanadjati Dana sebagai pelaksana tugas komisaris utama menggantikan Suryo Suherman.
Baca Juga
Cinema XXI (CNMA) Raup Pendapatan Rp 5,2 Triliun, Laba Melesat 47% Tahun 2023
Sebelumnya, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham CNMA dengan target harga Rp 312 per saham. Target tersebut mempertimbangkan, ekspektasi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih lebih tinggi tahun ini, menggambarkan posisi CNMA sebagai pengelola jaringan biskop paling unggul di industrinya.
Target harga tersebut juga menggambarkan posisi perseroan sebagai pengelola bioskop yang paling siap ekspansi didukung arus kas masih memadai, dan berlanjutnya peningkatan permintaan penonton terhadap film lokal dan luar negeri.
Sucor Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 947 miliar tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 688 miliar. Pendapatan juga diprediksi naik dari Rp 5,23 triliun menjadi Rp 7.80 triliun.

