Pendapatan Cinema XXI (CNMA) Kuartal I Naik 18,2%, Rugi Jadi Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk atau Cinema XXI (CNMA) membukukan pendapatan Rp 1,1 triliun pada kuartal I-2026, meningkat 18,2% dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy). Namun perusahaan masih mencetak rugi Rp 8,15 miliar yang terpangkas 88,25% (yoy).
Capaian tersebut ditopang pertumbuhan di seluruh lini bisnis, dengan penjualan tiket bioskop berkontribusi sebesar 60,6%, lini bisnis makanan dan minuman (F&B) 32,6%.
“Capaian Kuartal I 2026 ini merefleksikan resiliensi kami di tengah dinamika bisnis. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis seraya menghadirkan inovasi layanan yang relevan dan bermakna,” ujar Direktur Utama Nusantara Sejahtera Raya, Suryo Suherman, Kamis (30/4/2026).
Pendapatan tiket bioskop pada kuartal pertama tahun ini meningkat 14,3% (yoy) menjadi Rp 665,3 miliar. Pendapatan dari F&B turut mencatat peningkatan, yakni sebesar 15,9% (yoy) menjadi Rp 357,6 miliar, dengan spend per head (SPH) diklaim terjaga solid.
Dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp 226,9 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini atau meningkat 81,2% (yoy). Pertumbuhan ini disebut-sebut mencerminkan efisiensi operasional yang terus meningkat, seiring ekspansi bisnis.
Baca Juga
Cinema XXI masih memiliki total aset Rp 6,72 triliun per 31 Maret 2026, serta mempertahankan posisi kas dan setara kas sebesar Rp1,75 triliun. Sementara, dengan total ekuitas hingga akhir kuartal pertama masih terdapat Rp 4,34 triliun.
Arus kas dari aktivitas operasi meningkat menjadi Rp 106,6 miliar dibandingkan Rp 28,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sepanjang Januari-Maret 2026, kinerja perseroan ditopang kuatnya momentum film lokal, khususnya di periode libur Lebaran. Di periode ini, terdapat tujuh judul film nasional yang masing-masing berhasil mencatatkan lebih dari satu juta penonton, meningkat dari 3 film nasional pada periode sama tahun lalu.
"Kami menyambut baik tren positif industri perfilman lokal yang terus menguat. Kepercayaan penonton terhadap karya sineas Indonesia adalah energi yang mendorong kami untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik,” pungkas Suryo.

