Autopedia (ASCL) Bidik Pertumbuhan Laba Minimal 50%
JAKARTA, investortrust.id – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) membidik kenaikan pendapatan dan laba lebih masing-masing minimal 50% atau higher double digit pada 2024, dibandingkan tahun lalu.
“Kalau secara pendapatan, wholesale kami bagus dan diharapkan masih bertumbuh double digit. Sedangkan penjualan ritelnya harusnya lebih besar dari belasan persen jadi in higher double digit,” ujar Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari Jany Candra, menjawab investortrust.id pada Media Day Mirae Asset Sekuritas di Pacific Century Place Tower, Senin (6/5/2024).
Bicara keuntungan, Autopedia Sukses (ASLC) telah mencetak pertumbuhan laba bersih hingga 1.687% (yoy) pada kuartal I-2024 dari Rp 858 juta menjadi Rp 15,34 miliar. Peningkatan signifikan laba bersih emiten perdagangan otomotif bekas ini, didukung peningkatan pendapatan sebanyak 37,44% (yoy) menjadi Rp 183,31 miliar.
Baca Juga
Kembangkan Usaha Gadai Mobil, Autopedia (ASLC) Suntikkan Modal Rp 2,5 Miliar ke Anak Usaha
“Secara profitabilitas, perseroan mencatatkan pertumbuhan pesat pada kuartal pertama. Kalau angka kuarta I dibawa full year mungkin bisa kisaran masih segitu jadi seharusnya (laba) juga higher double digit,” sambung Jany.
Pergerakan Saham ASLC Ytd
Tingginya perolehan ASLC periode Januari-Maret 2023, terang dia, didukung hari raya Indulfitri yang mendongkrak penjualan awal tahun. Selain itu, kenaikan harga mobil baru membuat sebagian masyarakat beralih membeli mobil bekas sehingga turut mendorong peningkatan permintaan di ASLC.
Perusahaan mencatat, jumlah unit terjual via bisnis lelang JBA, baik kendaraan roda dua dan roda empat, mencapai 28.712 unit, tumbuh 48% dari periode sama tahun lalu. Adapun bisnis jual beli mobil bekas retail melalui Caroline.id meningkat 19% (yoy) menjadi 725 unit.
Baca Juga
Autopedia (ASCL) Grup Triputra Suntik Modal Anak Usaha Gadai Rp 15 Miliar
Guna menopang pertumbuhan kuat, dia mengatakan, perseroan akan lanjutkan ekspansi pembukaan cabang-cabang baru dan Caroline.id juga diharapkan akan mendorong pertumbuhan pendapatan ASLC.
Selain itu, bisnis gadai yang baru dimulai pada semester II-2023 yaitu MotoGadai juga memberikan kontribusi yang terus bertumbuh terhadap pendapatan perseroan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, diharapkan pendapatan dan laba perusahaan dapat bertumbuh minimal dua digit tahun ini.
“Kami melihat kinerja perseroan semakin prospektif pada 2024. Lesunya penjualan mobil baru di bulan Januari dan Februari, ternyata justru membuat banyak orang beralih ke pasar mobil bekas,” tandas Jany. (CR-10)

