Sempat Rugi, Intikeramik (IKAI) Berbalik Catat Laba di Kuartal I-2024
JAKARTA, investortrust.id – Emiten keramik dan perhotelan, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) berhasil membalikan kondisi keuangan dengan mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,21 miliar per kuartal I-2024.
Pada periode yang sama tahun 2023, IKAI tercatat membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 8,75 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2024 yang dipublikasikan, Senin (5/5/2024), tertera bahwa, perolehan laba tersebut berbanding terbalik dengan jumlah pendapatan, yang justru melemah sebesar 1,88% secara year on year (yoy) menjadi Rp 52,14 miliar di kuartal I-2024 dibanding sebesar Rp 53,77 miliar pada periode yang sama tahun 2023.
Baca Juga
Pendapatan Bisnis Hotel Naik, Bottom Line Intikeramik (IKAI) Berbalik Positif
Penurunan pendapatan tidak sejalan dengan beban pokok pendapatan yang justri naik menjadi sebesar Rp 26,50 miliar di kuartal I-2024 dari sebesar Rp 26,10 miliar kuartal I-2023.
Alhasil laba kotor yang dicatatkan melemah menjadi sebesar Rp 25,63 miliar dari posisi Rp 27,66 miliar pada kuartal I-2023.
Seiring penurunan kenaikan bottom line, Perseroan mencatat laba per saham dasar sebesar Rp 0,10 pada kuartal I-2024, dibanding periode yang sama kuartal I tahun 2023 yang minus 0,67 per saham.
Baca Juga
Pendapatan Kuartal I-2024 Turun Tipis, Laba Bersih Indonesia Paradise (INPP) Malah Meroket 1.280%
Dari sisi neraca tercatat kenaikan total aset tercatat realtif stagnan selama tiga bulan menjadi Rp 1,84 triliun per 31 Maret 2024.
Adapun jumlah liabilitas mengalami penurunan menjadi Rp 428,27 miliar per 31 Maret 2024 dari posisi Rp 430,13 miliar pada periode 31 Desember 2023.
Sedangkan jumlah ekuitas selama mengalami kenaikan tipis menjadi Rp 756,54 miliar per 31 Maret 2024 dari sebesar Rp 754,17 miliar pada periode 31 Desember 2023.
Secara operasional IKAI bergerak dengan dua lini bisnis andalannya yaitu bisnis manufaktur dan pemasaran keramik dengan merek dagang Ezenza dan bisnis hospitality (properti hotel), dengan satu hilir platform industri yaitu properti.
Manajemen IKAI menyebit, bisnis keramik, merupakan pendukung sektor properti residensial, hotel dan perkantoran, sedangkan bisnis properti hotel mendukung properti pariwisata.
"Keduanya memiliki model pendapatan dan struktur biaya yang berbeda namun bagi IKAI sebagai holding memiliki efek profitabilitas yang saling melengkapi," urai Manajemen IKAI dalam keterangan resminya belum lama ini.
PERGERAKAN HARGA SAHAM IKAI

