Bisnis Properti Tertekan, Surya Semesta Berbalik Rugi Rp 23,7 Miliar di Kuartal III-2023
JAKARTA, investortrust.id – Emiten pengembang kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melaporkan kinerja kuartal III-2023 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,02 triliun.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 22,3% secara year on year (YoY) dari Rp2,47 triliun yang dibukukan pada periode yang sama tahun 2022.
VP Head of Investor Relations SSIA, Erlin Budiman, mengatakan, pendapatan Perseroan disokong kinerja sektor perhotelan, yang meningkat sebesar 76,7% menjadi Rp 289,4 miliar, kemudian segmen bisnis properti dan konstruksi SSIA masing-masing meningkat sekitar 13% menjadi Rp 47,6 miliar dan Rp 229,4 miliar.
Baca Juga
Anabatic (ATIC) Lego Saham Anak Usaha Rp 196 Miliar ke IBM, Ini Alasannya
‘’Sedangkan laba kotor tercatat meningkat sebesar 39,5% YoY menjadi Rp 771,7 miliar, naik dari Rp 553,1 miliar pada kuartal III-2022, terutama karena peningkatan laba kotor sektor perhotelan sebesar 93,8% menjadi Rp 209,8 miliar,’’ papar Erlin dalam keterangan yang dikutip, Selasa (7/11/2023).
Posisi EBITDA mengalami kenaikan sebesar 51,8% YoY menjadi Rp 339,7 miliar dari Rp 223,7 miliar pada periode yang sama 2022, sebagai hasil dari peningkatan EBITDA sektor perhotelan sebesar 251,9% menjadi Rp 134,9 miliar.
Sementara dari sisi bottom line, Perseroan membukukan rugi bersih konsolidasi sebesar Rp 23,7 miliar, mengalami penurunan sebesar 133,5% dari laba bersih sebesar Rp 70,8 miliar yang dicapai pada kuartal III-2023.
Baca Juga
‘’Penurunan laba bersih terutama disebabkan oleh penurunan sebesar 41,4% YoY dalam segmen bisnis properti. Dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun 2022, yang tidak termasuk divestasi bisnis pergudangan SSIA, yang mencatat laba bersih per kuartal III-2023, meningkat sekitar 82,7% dari -Rp137,0 miliar pada periode yang sama 2022,’’ imbuhnya.
Adapun posisi kas Perusahaan tercatat sebesar Rp 680,9 miliar, mengalami penurunan sebesar 16,8% dari Rp 818,6 miliar dibanding periode Juni 2023. Utang bunga Peresroan tercatat mencapai Rp 2,33 triliun per 30 September 2023, mengalami kenaikan sebesar 2,2% dari Rp 2,28 triliun pada kuartal sebelumnya.
‘’Sedangkan rasio utang/ekuitas (gearing ratio) adalah sebesar 54,9% per 30 September 2023,’’ pungkasnya.

