Pendapatan Kuartal I-2024 Turun Tipis, Laba Bersih Indonesia Paradise (INPP) Malah Meroket 1.280%
JAKARTA, investrotrust.id – Pendapatan PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) pada kuartal I-2024 turun tipis menjadi Rp 262,58 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 262,67 miliar.
Meski turun, laba bersih perseroan justru melesat menjadi Rp 117,88 miliar atau bertumbuh naik 1.280% dari peridoe sama tahun sebelumnya Rp 8,53 miliar.
Presiden Direktur Indonesia Paradise Property Anthony P Susilo menjelaskan, capaian tersebut didukung pendapatan berulang (recurring income) dengan kenaikan 10,6% (yoy). Pendorong utama kinerja berasal dari penjualan kuat segmen komersial dengan kontribusi 44% terhadap total pendapatan, sekaligus menandai peningkatan 3,9% (yoy).
Baca Juga
Manfaatkan Lebaran dan Libur Sekolah, Indonesian Paridise (INPP) Kejar Kenaikan Okupansi Hotel
Begitu juga dengan segmen perhotelan mencatatkan peningkatan hingga membukukan kontribusi 43% dari total pendapatan dan mengalami peningkatan signifikan sebesar 16,1% (yoy).
“Grup Paradise Indonesia tidak terlalu terpengaruh oleh daya beli pasar karena pendapatan terbesar kami berasal dari pendapatan berulang,” terang Anthony secara tertulis, Senin (6/5/2024).
Lebih lanjut, segmen penjualan properti INPP menyumbang 12% dari total pendapatan setelah mencatat penurunan sebesar 42,1% (yoy). Perlambatan pendapatan pada segmen properti ini dianggap normal, salah satunya karena peraturan akuntansi yang menyebabkan pengakuan pendapatan sedikit melambat.
Tahun ini, INPP akan melakukan serah terima unit Antasari Place kepada pemilik unit yang dijadwalkan sekira akhir 2024. “Proyek-proyek kami berjalan dengan baik dan kami tetap optimis untuk tahun 2024,” imbuh Anthony.
Pergerakan Saham INPP
Manajemen mengeklaim, segmen perhotelan, khususnya di Bali berkinerja baik dengan peningkatan pendapatan 9,2% (yoy). Keberhasilan ini didukung penempatan portofolio hotel INPP yang strategis dan peningkatan tarif harian rata-rata (ADR) double digit per kuartal I-2024.
INPP berhasil mempertahankan tingkat hunian rata-rata yang stabil di level 62%. Di sektor komersial, tingkat sewa rata-rata meningkat 9,5% (yoy) dengan tingkat hunian meningkat dari 90% pada kuartal I-1023 menjadi 94% di kuartal I-2024. “Ini menunjukkan daya beli konsumen yang kuat di segmen menengah ke atas,” sebut Anthony menyimpulkan.
Baca Juga
Laba Meroket 274%, Ini Penopang Kinerja Paradise Property (INPP)
Indikator-indikator positif itu diklaim memvalidasi efektivitas strategi INPP dalam tiga bulan pertama tahu ini, yang berfokus pada properti berukuran menengah untuk penggunaan mixed-use, dan menargetkan segmen menengah ke atas.
Emiten dari bidang komersial, perhotelan, dan penjualan properti itu optimistis dapat mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 20% (yoy) tahun ini. Optimisme tersebut didukung ekspansi 23 Paskal di Bandung, serta pengembangan pusat mixed use komersial 23 Semarang yang ditarget rampung pada 2025
Tahu ini, INPP menetapkan anggaran belanja modal Rp 1 triliun dengan alokasi terbesar untuk proyek komersial dan perhotelan. (CR-10)

