Pasar Saham dan Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Membaik Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pasar finansial, baik pasar saham, obligasi, maupun pasar uang pekan ini berpotensi lebih baik dan stabil. Pemicu dan faktor positifnya adalah data-data pasar dan ekonomi Amerika Serikat yang bagus pada pekan lalu, serta pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2024 yang hari ini.
“Dengan data-data Amerika minggu lalu dan data GDP Indonesia hari ini, mestinya market Indonesia bagus di minggu ini,” kata Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro kepada investortrust.id, Senin (6/5/2024).
Badan Pusat Statistik mengumumkan data Produk Domestik Bruto kuartal I-2024 hari ini. Andry memprediksi, pertumbuhan PDB kuartal pertama ini bisa di atas 5,05%.
Nilai tukar rupiah (03/05/2024) menguat sebesar 0,6% menjadi Rp 16.084 per dolar AS (melemah 4,5% ytd). “Rupiah terhadap dolar hari ini kemungkinan akan bergerak di kisaran 15.975 dan 16.133,” tutur Andry.
Indeks dolar (DXY) turun 0,7% menjadi 104,6, mencapai titik terendahnya dalam lebih dari tiga minggu, akhir pekan lalu. Investor menyiapkan posisi untuk dua kali pemotongan bunga The Fed tahun ini, dibandingkan ekspektasi sebelumnya satu kali pemotongan suku bunga.
Pekan lalu, pasar saham AS ditutup lebih tinggi. Dow Jones naik sebesar 1,18% menjadi 38.675,68, dan S&P 500 naik 1,26% menjadi 5.127,79. Yield obligasi Amerika Serikat 10 tahun turun 7,34 bps menjadi 4,51% (+62,9 bps ytd) setelah laporan pekerjaan yang lebih dingin dari yang diharapkan mendorong pasar untuk mengantisipasi ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve.
Non-farm payrolls AS naik sebesar 175.000 pada Apr-24, jauh di bawah harapan pasar untuk kenaikan sebesar 243.000, sementara tingkat pengangguran naik tak terduga menjadi 3,9%. Ini merupakan laju pertumbuhan pekerjaan yang paling lemah dalam enam bulan, menunjukkan bahwa suku bunga yang restriktif dapat memiliki dampak lebih besar pada pasar tenaga kerja AS.
“Hal itu juga memperkuat pernyataan Ketua Fed Powell bahwa bank sentral AS dapat melonggarkan kebijakan moneter untuk membantu pasar tenaga kerja yang melemah,” kata Andry.
Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (03/05/2024) naik sebesar 0,24% menjadi 7.134,73 (-1,9% ytd). Investor asing mencatat aliran modal keluar bersih sebesar Rp 859,5 miliar (aliran masuk bersih Rp 6,6 triliun ytd).
Baca Juga
BI Optimistis Rupiah Menguat ke 15.800/USD, Ini Faktor Pendukungnya

