Perkasa! Keputusan The Fed Bikin Kurs Rupiah Dekati Rp 16.000/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin mendekati level Rp 16.000/USD, usai terjerembab akibat tren depresiasi dalam beberapa waktu belakangan. Dalam pantauan perdagangan spot antarbank, Jumat (3/5/2024) hingga pukul 9.30 WIB, seperti dilansir Yahoo Finance mata Garuda tampil perkasa dengan menguat ke level Rp 16.080/USD.
Berdasar pantauan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), kemarin (2/5/2024), rupiah juga menguat 74 poin ke level Rp 16.202/USD. Sebelumnya, rupiah berada pada di level Rp 16.276/USD pada Selasa (30/4/2024) lalu.
Head of Macroeconomic and Financial Market Research PT Bank Permata Tbk Faisal Rachman menilai, menguatnya rupiah terhadap dolar AS didorong oleh respons positif pasar global usai pengumuman rapat The Fed, FOMC, 1 Mei 2024 waktu AS. Pada Rabu (1/5/2024) waktu setempat, Bank Sentral AS telah mempertahankan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate pada level 5,25% - 5,50%.
"Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar," kata Faisal kepada Investortrust.id, Jumat (3/5/2024).
Baca Juga
Cek Rekomendasi Saham Hari Ini, ADRO, KLBF, LSIP, GJTL, dan CUAN
Tak Pertimbangkan Penaikan Bunga
Gubernur The Fed Jerome Powell juga menyatakan, pihaknya tidak mempertimbangkan ada kenaikan suku bunga FFR tahun ini, di tengah proses disinflasi yang melambat. Menurut Faisal, pernyataan tersebut mengafirmasi Fed Funds Rate sudah mencapai puncaknya dan memicu peningkatan sentimen risk-on di pasar keuangan global.
"Sentimen tersebut berlanjut di sesi Asia Jumat. Ini mendorong sebagian besar mata uang Asia terapresiasi terhadap dolar AS, termasuk rupiah," ucap Faisal.
Baca Juga
Harga Emas Antam Berbalik Turun Rp 9.000 per Gram Jumat Pagi

