Kinerja Tiga Emiten Prajogo Ini Anjlok, Bahkan Ada Merugi, Tapi Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – Tiga dari emapt emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu mencatatkan penurunan kinerja keuangan sepanjang kuartal I-2024, kecuali PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang berhasil melesat. Meski demikian, dua saham emiten ini justru cetak kenaikan harga ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH).
Berdasarkan data rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, kemarin, terungkap penurunan kinerja terbesar melanda PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan koreksi pendapatan dari US$ 502,31 juta menjadi US$ 471,91 juta hingga kuartal I-2024.
Baca Juga
Barito Renewables (BREN): Raih Tahta Market Cap Terbesar hingga Prajogo makin Kaya
Penurunan tersebut memicu TPIA berbalik menjadi rugi US$ 32,62 juta pada kuartal I-2024, dibandingkan dengan laba periode berjalan US$ 8,53 juta pada kuartal I-2023. Rugi bersih dipicu atas penurunan pendapatan bersamaan dengan peningkatan beban pokok pendapatan, sehingga laba kotor turun drastic.
Penurunan performa keuangan sepanjang kuartal I-2024 juga melanda PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan koreksi dari US$ 650,73 juta menjadi US$ 618,59 juta. Beban pokok justru naik dari US$ 498,49 juta menjadi US$ 501,36 juta, alhasil laba kotor turun drastic dari US$ 152,24 juta menjadi US$ 117,22 juta.
Pergerakan Harga BREN, TPIA, BRPT, dan CUAN Ytd
Penurunan pendapatan tersebut menjadikan total laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk anjlok dari US$ 23,28 juta pada kuartal I-2023 menjadi US$ 8,85 juta.
Tak ketinggalan, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ikut mencatatkan penurunan kinerja yang sama dengan koreksi pendapatan dari US$ 147,08 juta menjadi US$ 145,41 juta hingga akhir kuartal I-2024. Penrunan tersebut menjadikan laba tahun berjalan BREN turun dari US$ 39,66 juta menjadi US$ 37,14 juta.
Baca Juga
Kuasai Aset Nyaris Seribu Triliun, Kenapa Saham Barito Pacific (BRPT) masih Melempem?
Sebaliknya Petrindo Jaya (CUAN), emiten yang bergerak di bidang pertambangan batu bara ini, justru berhasil mencatatkan lompatan kinerja keuangan sepanjang kuartal I-2024. Pendapatan melesat dari US$ 3,04 juta menjadi US$ 86,33 juta.
Lompatan tersebut menjadikan laba usaha Petrindo (CUAN) meningkat dari US$ 7,92 juta menjadi US$ 38,18 juta. Begitu juga dengan laba bersih periode berjalan melesat dari US$ 6,40 juta menjadi US$ 33,05 juta.
Cetak ATH
Meski tiga dari empat emiten Prajogo mencatatkan penurunan kinerja keuangan, dua saham emiten grup Barito ini justru melesat ke level tertinggi baru (all time high/ATH), yaitu saham TPIA melesat ke level tertinggi baru Rp 7.575 pada penutupan bursa saham kemarin.
Baca Juga
Saat Kinerja Chandra Asri (TPIA) Improve, Sekuritas Ini Utamakan Saham BRPT
Begitu juga dengan saham BREN kembali ditutup melesat ke level ATH Rp 9.225 per saham kemarin. Bahkan, lompatan harga tersebut menjadikan saham BREN sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar saham terbesar menjadi Rp 1.234,17 triliun di BEI menggeser PT Bank Cetral Asia Tbk (BBCA) dari peringkat pertama.
Data penutupan perdagangan saham di BEI kemarin, saham BREN ditutup menguat Rp 200 (2,22%) ke level Rp 9.225. Kenaikan ini menjadikan market cap BREN melesat menjadi Rp 1.234 triliun atau mengungguli market cap PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 1.208,09 triliun.

