Rasionalisasi Aset Buahkan Hasil, Laba Bersih BWPT Melesat 364%
JAKARTA, investortrust.id – Langkah strategis rasionalisasi aset non-strategis PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) sepanjang tahun 2021 -2023 berhasil mempercepat turnaround yang ditunjukkan dengan peningkatan kinerja operasional dan keuangan hingga kuartal I-2024.
Perusahaan grup Rajawali (BWPT) ini berhasil meningkatkan produktivitas yang berimbas terhadap kemampuan BWPT untuk membukukan pertumbuhan EBITDA sebesar 25% dari Rp 252,96 milar pada kuartal I-2023 menjadi Rp 315,41 miliar pada kuartal I-2024. Begitu juga dengan laba bersih meningkat sebesar 364% dari Rp 10,96 miliar menjadi Rp 50,89 miliar year-on-year (YoY), meskipun harga jual rata-rata CPO pada kuartal I-2024 lebih rendah 1%, dibandingkan kuartal I-2023.
Baca Juga
Laba Eagle High Plantation (BWPT) Melesat 912% saat Penjualan Turun
“Peningkatan ini berkat konsistensi serta fokus BWPT pada produktivitas, efisiensi, dan profitabilitas selama beberapa tahun terakhir efektif meningkatkan kinerja keuangan BWPT, khususnya kuartal I-2024,” ujar Henderi Djunaidi, Direktur Utama BWPT melalui penjelasan resminya di Jakarta, Rabu (30/4/2024).
Pergerakan Harga Saham BWPT dalam Setahun
Selain itu, Henderi mengatakan, efektivitas kinerja keuangan Rajawali Grup (BWPT) ini terlihat dari penguatan rasio keuangan, seperti gross margin dan operating margin dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 36% dan 51%, dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Utang bank juga terus menurun dari Rp 6,9 triliun menjadi Rp 4,9 triliun pada kuartal I-2024. Hal ini memicu penurunan beban bunga sebesar 24%.
Baca Juga
Sekalipun jumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) perseroan tahun ini berkurang sejalan dengan rasionalisasi aset dan berdampak pada penurunan pendapatan sebesar 10% pada kuartal I-2024, produktivitas, efisiensi, dan profitabilitas BWPT tetap berhasil dikerek. Yield FFB dan CPO perseroan per hektare tumbuh masing-masing sebesar 40% dan 51%, dibandingkan kuartal sama tahun 2023.
“Kuartal I-2024 ini merupakan tahap penyesuaian, namun kami tetap fokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi, dan profitabilitas hingga akhir tahun 2024,” tambah Henderi Djunaidi.
Sertifikat RSPO
Sejalan dengan roadmap certified oil dan ramah lingkungan yang telah dicanangkan, BWPT telah resmi menambahkan 1 sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) baru untuk PKS PT Bumihutani Lestari di Kalimantan Tengah. Pencapaian ini merupakan dedikasi BWPT atas komitmen keberlanjutan dalam kegiatan bisnisnya serta memberikan nilai tambah atau harga premium pada pendapatan BWPT.
BWPT juga kembali memperoleh peringkat idA-/Stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) atas data dan informasi yang telah disampaikan serta Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2023. Peringkat tersebut mencerminkan profil pengelolaan operasional BWPT yang kuat, permintaan minyak sawit yang stabil dan fleksibilitas finansial yang relatif kuat.
Baca Juga
Dihargai Hanya Rp 125 per Saham, IMR Asia Tuntaskan Akuisisi 77,7% Saham Fortune (FORU)
"Dengan pencapaian kuartal I-2024 yang baik serta arus kas operasional yang menguat sebesar 163% YoY, BWPT optimistis dapat meraih peringkat yang semakin baik kedepannya. Selanjutnya, BWPT tetap berfokus pada penerapan praktik agronomi yang baik, peremajaan pabrik dan alat-alat berat serta terus meningkatkan kesejahteraan karyawan termasuk peningkatan keterampilan dan kompetensi karyawan, " terangnya.
Selain itu, pembangunan Kernel Crushing Plant (KCP), biogas dan peningkatan kapasitas PKS tetap menjadi prioritas BWPT untuk meningkatkan produksi dan pendapatan ke depan. Hal lain yang menjadi fokus dan prioritas adalah konsisten melakukan efisiensi biaya dan terus melanjutkan penerapan sistem digitalisasi dan mekanisasi dalam proses kegiatan operasional. “Dengan pencapaian kuartal I yang solid, kami optimistis target double digit tahun ini dapat tercapai, ” tutup Henderi Djunaidi.

