Imbauan DBS Group Research Ini Buahkan Hasil di Kuartal I-2024
JAKARTA, investortrust.id - Imbauan DBS Group Research pada tahun 2023 agar investor menempatkan uang tunai pada instrumen investasi terus membuahkan hasil pada triwulan pertama 2024.
"Ramalan bahwa momentum ekonomi Amerika Serikat (AS) akan memudar, yang telah banyak diantisipasi, tidak terjadi meskipun imbal hasil obligasi jangka panjang berkisar di level tahun 2008," ujar Chief Investment Officer Bank DBS, Hou Wey Fook dalam acara DBS Chief Investment Officer (CIO) Insights 2Q24: A Broadening Rally yang digelar secara virtual, Senin (1/4/2024).
Bahkan, kata Hou Wey Fook, kombinasi antara pasar tenaga kerja AS yang baik dan pertumbuhan upah yang kuat telah mendorong bank sentral AS (the Fed) untuk menyampingkan kebijakan pemangkasan suku bunga, setidaknya hingga bulan Mei.
Baca Juga
Bank DBS Raup Lompatan Laba 87,83%, Manajemen Ungkap Fakta Ini
"Terlepas dari keengganan Bank Sentral AS untuk mengumumkan keberhasilan dalam mengatasi inflasi dan ketidakjelasan menyeluruh dalam linimasa kebijakannya, aset-aset berisiko sudah mulai menunjukkan gairah keberhasilan," jelas dia.
Lebih lanjut, Hou Wey Fook menyebut, investor telah memperhitungkan pelonggaran oleh bank sentral AS, yang pada akhirnya akan terjadi tahun ini, dengan S&P500 menguat 8% dan selisih imbal hasil obligasi AS berbunga tinggi mengetat sebesar 22 basis poin (bps).
Secara khusus, teknologi dan kecerdasan buatan (AI), serta barang-barang mewah, mencetak keuntungan besar. "Emas juga berkinerja baik untuk portofolio," kata dia.
Baca Juga
PNM Terima Rp 1 Triliun dari DBS Indonesia untuk Kembangkan Mekaar
Meskipun obligasi sebagai kelas aset sensitif terhadap suku bunga tidak mencatat keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli, obligasi mencatat pertumbuhan pendapatan bunga hingga lebih dari 5% per tahun dari perusahaan-perusahaan layak investasi.

