Rugi Turun Drastis, GTV dan Pendapatan Bruto GOTO Melesat
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mencatatkan penurunan transaksi bruto (GTV) inti sebanyak 32% menjadi Rp 54,6 triliun pada kuartal I-2024. Kenaikan tersebut berdampak terhadap peningkatan pendapatan bruto perseroan sebanyak 18% menjadi Rp 4,2 triliun.
Sedangkan rugi earnings before interest, taxes, depreciation and amortization (EBITDA) yang disesuaikan dengan terpangkas tajam menjadi negative Rp 102 miliar.
Baca Juga
Direktur Keuangan Grup GoTo Jacky Lo mengatakan, pada kuartal I-2024, GoTo berhasil membukukan pertumbuhan topline kuat. “Hal ini tercermin pada pertumbuhan GTV inti Grup sebesar 32% dibandingkan tahun sebelumnya, serta pertumbuhan pendapatan bruto sebesar 18% dibandingkan 2022,” tambah Jacky.
Pergerakan Harga Saham GOTO Ytd
Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan tetap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, sehingga GoTo berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk tahun buku 2024.
“Kami akan tetap berinvestasi dengan hati-hati, mempertahankan pengelolaan beban usaha secara disiplin, seiring langkah mempertahankan pertumbuhan bisnis jangka panjang,” imbuhnya.
Baca Juga
Sementara itu, Direktur Utama Grup GoTo, Patrick Walujo menjelaskan, tahun 2023, GoTo telah meletakkan landasan yang kuat serta menentukan strategi pertumbuhan dengan memperluas basis pengguna, memperdalam wallet share pengguna ekosistem, menurunkan beban operasional, serta memperkuat kemitraan dengan TikTok.
“Pada kuartal I-2024, kami telah mempercepat pelaksanaan strategi tersebut serta kembali melakukan investasi pada produk-produk andalan, yang hasilnya mulai terlihat di bulan Maret dan April 2024,” ujar Patrick melalui keterangan resmi, Senin (29/4/2024).
Seiring implementasi strategi tersebut, Patrick berharap, perseroan dapat mencapai tingkat pertumbuhan yang lebih cepat di tahun ini, dan di saat yang sama tetap berkomitmen kepada tujuan profitabilitas yang telah ditetapkan.
Baca Juga
Usai EBITDA Disesuaikan Positif, GOTO Ungkap Harapan Ini di 2024
Kemudian, dari sisi beban insentif dan pemasaran produka Grup pada kuartal I-2024 menurun 31% secara tahunan, sementara beban kas rutin tetapa berkurang 25% pada kuartal I-2024, dan beban korporasi rutin turun 30% secara tahunan
Tak hanya itu, GoTo mencatatkan kas dan posisi keuangan yang kuat. Pada 31 Maret 2024, Perseroan memiliki Rp 23,0 triliun atau setara US$ 1,5 miliar kas, setara kas, dan deposito jangka pendek. Posisi tersebut tidak berubah sejak dekonsolidasi Tokopedia yang efektif pada 1 Februari 2024.
Pada 31 Januari 2024 lalu, GoTo menyelesaikan kesepakatannya dengan TikTok, yang di antaranya menggabungkan Tokopedia dan bisnis e-commerce TikTok di bawah entitas PT Tokopedia. Efektif tanggal 1 Februari 2024, Tokopedia telah didekonsolidasi dari Grup GoTo. (CR-5)

