Tetapkan Harga Rights Issue, Trans Power (TPMA) Bakal Kantongi Dana Segar Rp 406,46 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) bakal meraup dana senilai Rp 406,46 miliar dari penerbitan saham baru melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.
Manajemen TPMA dalam penjelasan resminya menyebutkan bahwa perseroan akan menerbitkan sebanyak 874,12 juta saham TPMA atau setara dengan 25% dari modal ditempatkan atau disetor penuh. Saham tersebut dilepas dengan harga pelaksanaan Rp 465 per sahm.
Baca Juga
“Perseroan akan menggunakan seluruh dana HMETD I untuk pembelian saham PT Bahtera Energi Samudtra Tuah (BEST) atau setara dengan 65% dari modal disetor PT Patin Resources,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Senin (29/4/2024).
Pergerakan Saham TPMA Ytd
Nantinya setiap pemegang tiga saham lama berhak mendapatkan satu saham HMETD dengan harga tebus Rp 465 per saham. Sedangkan sisa saham yang tidak diambil pemegang saham akan diambil alih pembeli siaga. Aksi korporasi ini sebelumnya telah mendapatkan persetujuan pemegang saham.
Tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 30 juta. Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk menggenjot kinerja operasional.
Baca Juga
Trans Power (TPMA) Catat Lompatan Laba Bersih 37% Jadi Rp 304 Miliar
Direktur TPMA Rudi Sutiono mengatakan, pada tahun 2024 perseroan memanfaatkan momentum permintaan pasar, dengan menambah armada baru yang terdiri 6 unit tongkang, 2 unit tug boat, dan 1 unit floating crane.
"Sementara itu, nilai realiasi capex sekitar US$ 9 juta untuk tahun 2023 dengan menambah armada baru yang terdiri dari 2 tongkang dan 3 tug boat. Dengan demikian, pada akhir tahun 2023, perseroan telah memiliki 41 unit tug boat, 35 unit tongkang, dan 3 floating crane," ujar Rudi dalam paparan publik TPMA tahun buku 2023 di Hotel Four Season, Jakarta, Jumat (26/4/2024).
Jadwal HEMTD TPMA

