Meski Hadapi Tantangan, Saham BBRI Tetap Jadi Pilihan Dua Sekuritas Ini
JAKARTA, investortrust.id – Dua analis ini tetap mempertahankan prospek positif saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target harga tinggi, meskipun kualitas aset menunjukkan penurunan sepanjang kuartal I-2024.
Sedangkan pertumbuhan laba bersih perseroan per kuartal I-2024 mencapai 2,5% menjadi Rp 15,88 triliun. Hal ini mendorong CGS CIMB Sekuritas merekomendasikan add saham BBRI dengan target harga Rp 6.500. Begitu juga dengan Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.400.
Baca Juga
Analis CGS CIMB Sekuritas Hendy Noverdanius, Utami Ratnasari, dan Owen Tjandra mengatakan, raihan laba bersih BBRI sepanjang kuartal I-2024 masih sesuai dengan estimasi atau merefleksikan 24% dari target CIMB Sekuritas dan 24% dari perkiraan konsensus analis.
Pergerakan harga saham BBRI
“Kinerja keuangan perseroan hingga Maret 2024 masih bertumbuh sesuai estimasi, hanya saja yang menjadi fokus adalah penurunan kualitas aset BBRI setelah NPL naik menjadi 3,11%,” tulis riset tersebut.
Hal ini menjadikan biaya kredit (CoC) perseroan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 3% tahun ini, dibandingkan perkiraan sebelumnya sekitar 2,2-2,3%. Namun dengan sejumlah langkah yang diambil perseroan melalui strategi pertumbuhan berbasis profil risiko, perbaikan proses bisnis, dan peningkatan sumber daya manusia, diharapkan membalikkan kembali kualitas aset dalam beberapa kuartal mendatang.
Baca Juga
Dukung Pertumbuhan, Ini Bocoran Strategi BRI pada Tahun 2024
Hal ini mendorong CIMB Sekuritas mempertahankan rekomendasi add saham BBRI, namun target harga saham direvisi turun dari Rp 7.100 menjadi Rp 6.500. Saat ini, saham BBRI sudah terlalu murah dengan penurunan mencapai 20% terhitun sejak cum dividen pada 13 Maret dan isu penurunan kualitas aset sudah tercermin dari harga saham BBRI saat ini.
CIMB Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih BRI menjadi Rp 63,07 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 60,75 triliun. Sedangkan total provisi tahun ini diperkirakan bisa meningkat pesat menjadi Rp 31,10 triliun, dibandingkan tahun lalu senilai Rp 12,69 triliun.
Pandangan positif terhadap prospek saham BBRI juga datang dari Sucor Sekuritas Edward Lowis. Menurut dia, BBRI tengah menghadapi tantangan, khususnya penyaluran kredit segmen usaha kecil dan menengah, yang berkontribusi sebanyak 65% dari total kredit perseroan.
Baca Juga
Kondisi penuh tantangan tersebut mendorong manajemen BBRI merevisi turun target pertumbuhan kredit tahun ini dari semula 11-12% menjadi 10-12%. Perlambatan pertumbuhan akan berimbas terhadap proyeksi peningkatan kinerja keuangan perseroan tahun ini.
Meski menghadapi tantangan berat yang bisa memicu kinerja keuangan BBRI tumbuh melambat dalam jangka pendek, Sucor Sekuritas menilai bahwa BBRI tetap menjadi bank dengan margin keuntungan (NIM) paling besar di Indoensia dalam jangka menengah hingga panjang.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk tetap mempertahankan beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.400. target tersebut mengimplikasikan perkriaan PB tahun 2024 sekitar 2,8 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan laba bersih perseroan tahun ini menjadi Rp 62,82 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan BBRI
Sucor Sekuritas

