Bunga Diskonto SRBI Turun, Pasar SBN diproyeksi Bullish
JAKARTA, investortrust.id – Pasar Surat Berharga Negara (SBN) diperkirakan semarak pekan ini, seiring menguatnya minat beli pelaku pasar domestik yang dipicu sentimen penurunan suku bunga diskonto Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)
Macro Strategist PT Samuel Sekuritas, Lionel Priyadi, mengatakan, penurunan suku bunga SRBI didorong oleh kenaikan permintaan pada instrumen Bank Indonesia tersebut. Tingkat suku bunga diskonto SRBI 12 bulan tercatat turun ke level 6,9% dari level 6,94% pada perdagangan sebelumnya.
"Namun, rilis SRBI baru dibatasi oleh Bank Indonesia pada level Rp 8,5 triliun. Walaupun suku bunga SRBI berada dalam tren menurun, kami masih mempertahankan proyeksi kenaikan suku bunga acuan 7DRRR menjadi 6,25%,’’ papar Macro Strategist PT Samuel Sekuritas, Lionel Priyadi dalam riset yang diterbitkan, Senin (20/11/2023).
Baca Juga
Minat pelaku pasar pada instrumen SBN sudah tampak pada perdagangan akhir pekan ditandai dengan kenaikan Indeks Obligasi Indonesia (ICBI) dan indeks Inter Dealer Market Association (IDMA) sebesar 0,3%.
‘’Bond trader notes kami menunjukkan penurunan yield seri FR0096 terus berlanjut mencapai 6,65% pada Jumat (17/11/2023), setara dengan batas bawah JIBOR 1 bulan (6,66%), meskipun yield 10Y INDOGB (surat utang rupiah Pemerintah RI tenor 10 tahun) tetap bertahan di 6,95%,’’ kata Lionel.
Lebih lanjut, yield 5Y maupun 2Y INDOGB turun masing-masing -7 dan -2 bps menjadi 6,65% dan 6,89%, seiring menurunnya suku bunga SRBI 12 bulan. menjadi 6,9%.
Baca Juga
Samuel Sekuritas: Sentimen Bullish Masih Kuat, IHSG Menuju 7.000
‘’Aksi beli di pasar SBN berpeluang berlanjut minggu ini karena bullish rally yang masih berlanjut di pasar global, yang ditandai dengan kenaikan indeks obligasi EMBI untuk emerging market 0,2%,’’ ulasnya.
Kendati begitu potensi upside SBN semakin terbatas, terutama untuk instrumen INDOGB dengan tenor 10Y yang yield berada di batas JIBOR 1 bulan. ‘’Kami memperkirakan yield 10Y INDOGB akan berfluktuasi stabil hari ini di rentang 6,7-6,9%, diikuti konsolidasi rupiah di rentang Rp 15.400-15.500 per dolar AS.
Adapun rekomendasi Samuel Sekuritas untuk pasar surat utang terdiri dari: FR0096, FR0097, FR0098, FR0100, FR0101.

