Perry: Suku Bunga SRBI akan Diturunkan di Bawah SBN
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan imbal hasil surat utang Amerika Serikat untuk jangka 2 tahun, US Treasury Note, akan turun. Meski demikian, imbal hasil surat utang jangka panjang AS, US Treasury Bond, akan naik. Ia juga menyebut suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) akan diturunkan.
“Kalau Fed Funds Rate turun, US Treasury Note yang akan turun (imbal hasilnya). Sementara, US Treasury Bond karena utangnya pemerintah Amerika naik, ya akan naik (imbal hasilnya),” kata Perry saat menyampaikan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Pusat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Baca Juga
Perry mengatakan pada kuartal III-2024 ini, imbal hasil US Treasury Note masih berada di angka 4,6% dan imbal hasil US Treasury Bond berada di 4,4%. Tetapi, pada kuartal IV-2024, pergerakan imbal hasil dua surat utang itu akan saling mendekati.
“US Treasury Note-nya itu sekitar 4,5% dan US Treasury Bond-nya juga akan mendekati 4,5%. Itu mulai sama,” kata dia.
Perry menjelaskan imbal hasil US Treasury Note akan turun seiring prediksi penurunan Feds Funds Rate lebih cepat, yaitu pada September 2024. Sementara imbal hasil US Treasury Bond dipengaruhi utang pemerintah AS yang terus bergerak naik.
“Tahun depan itu US Treasury Bond-nya (imbal hasilnya) masih 4,4%. US Treasury Note-nya turun (imbal hasilnya) menjadi 4,3%,” kata dia.
Baca Juga
Investor Fokus Data Ekonomi dan Keputusan The Fed, Yield USTreasury Terpangkas
Perry dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menyoroti tingginya utang luar negeri pemerintah negara maju, terutama AS. Masalah utang ini disampaikan Perry dan Sri Mulyani saat menghadiri G20 Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) di Brasil, beberapa waktu lalu.
“Karena itu berpengaruh kepada US Treasury Note dan US Treasury Bond, serta memengaruhi capital reversal,” kata dia.
Jumlah Lelang Dikoordinasikan
Ke depan, Perry memproyeksi penurunan imbal hasil US Treasury Note akan memengaruhi suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hal itu membuat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) dan SRBI akan di level yang sama pada kuartal IV-2024.
“Kuartal I tahun depan, at the lastest, suku bunga SBN akan lebih tinggi dari SRBI, atau SRBI-nya memang akan lebih rendah,” ujar dia.
Dengan kondisi seperti itu, kata Perry, jumlah lelang SRBI dan SBN akan terus dikoordinasikan antara Kementerian Keuangan dan BI. “Begitu keperluan meningkatkan target SBN lelang lebih tinggi, kami akan turunkan lelangnya SRBI. Jadi, ini memang koordinasi yang sangat erat antara penerbitan SRBI dengan SBN,” kata dia.

