Ikuti Bitcoin, Harga Altcoin Ikut Merosot
JAKARTA, Investortrust.id – Sebagian besar koin alternatif (altcoin) mencatat penurunan harga yang signifikan dalam periode tujuh hari terakhir. Seperti Injective (INJ) yang turun 19,86% menjadi US$ 33,45 per keping, Worldcoin (WLD) anjlok 19,5% menjadi US$ 2,27, dan Celestia (TIA) melemah 19,2% menjadi US$ 15,35.
Meski demikian, beberapa altcoin masih mengalami kenaikan dalam periode tujuh hari terakhir seperti, Pendle (PENDLE) yang menguat 18,8% bertengger di level US$ 2,06, Chiliz (CHZ) naik 4,65% menjadi US$ 0,0942, dan Frax Share (FXS) naik 4,19% bergerak di level US$ 9,27.
"Saat ini sebagian besar altcoin akan mengikuti pergerakan Bitcoin, tercermin pada Bitcoin Dominance (BTC.D) masih kuat berada di level 51,23%. Artinya 50% pasar aset kripto masih didominasi oleh Bitcoin, sehingga belum ada tanda tanda munculnya alt season dalam waktu dekat,” terang Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha secara tertulis, Selasa (23/1/2024).
Dia menambahkan, alt season umumnya terjadi ketika Bitcoin bergerak naik hingga mencapai level tertingginya dan diikuti dengan Bitcoin Dominance yang turun.
Baca Juga
Bitcoin Turun di Bawah US$ 40.000, Penurunan Bakal Berlanjut?
Sedangkan khusus pekan ini, Panji menyebut terdapat dua data ekonomi penting yang akan dirilis. Meliputi angka awal pertumbuhan PDB kuartal keempat AS yang akan dirilis Kamis (25/1/2024), diikuti indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) periode Desember 2023 oleh Departemen Perdagangan AS pada Jumat (26/1/2024).
Pelaku pasar juga menantikan kapan Federal Reserve (The Fed) yang disinyalir akan mulai memangkas suku bunga. Hal ini akan menjadi penentu utama arah perekonomian dan pasar pada 2024.
“Penurunan suku bunga tentunya akan berpotensi akan menarik minat investor ke aset-aset berisiko, sehingga berpotensi akan berdampak positif juga ke pasar aset Kripto,” sambung Panji.
Menurut FedWatch Tool dari CME Group, pelaku pasar optimistis bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 5,25%-5,5% pada FOMC 30-31 Januari 2024 dengan peluang sebesar 97,4%. Sementara, investor melihat peluang 42,4% untuk penurunan suku bunga 25 basis poin atau 0,25% pada FOMC 19-20 Maret 2024. (CR-10)

