Harga Altcoin Menguat, Ikut Tren Positif Bitcoin
JAKARTA, investortrust.id - Harga sejumlah koin alternatif (altcoin) dalam urutan 20 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, melesat pekan ini. Terdiri dari, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Chainlink (LINK).
Menurut Coinmarketcap pada Selasa (7/11/2023) pukul 9.00 WIB, harga ADA naik 19,23% dan bertengger pada level US$ 0,3615 dalam periode tujuh hari terakhir. Lalu SOL naik 16,24% dan sempat mencapai puncak US$ 46,33.
Saat ini, SOL diperdagangkan pada harga US$ 41,58. Selanjutnya, LINK juga berhasil melanjutkan tren positif dalam sepekan terakhir dengan kenaikan 14,1% dan bertengger di harga US$ 12,9.
Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha mengatakan, mayoritas altcoin lainnya juga terlihat mengalami kenaikan. Hal ini salah satunya disebabkan Bitcoin yang telah mencapai puncaknya untuk 2023. Sehingga sebagian investor dan trader beralih ke altcoin untuk mencari keuntungan lebih tinggi.
Baca Juga
Bank Raksasa Jerman Beri Dukungan Layanan Keuangan Bitcoin Rp35,18 Triliun
“Sepanjang Bitcoin mampu bertahan di level tertingginya, altcoin masih berpeluang mengalami penguatan. Namun jika Bitcoin anjlok maka perlu waspada terhadap penurunan altcoin,” terang Panji secara tertulis, Selasa (7/11/2023).
Bitcoin sempat mencapai level tertinggi dalam 17 bulan di mana hampir mencapai US$ 36.000 sebelum turun dari level harga US$ 35.000. Dia menjelaskan, kinerja yang kuat baru-baru ini, sebagian karena optimisme atas persetujuan beberapa produk exchange traded fund (ETF) spot dalam waktu dekat.
Hal tersebut diikuti regulator Hong Kong yang sedang mempertimbangkan izin perdagangan ETF. “Langkah ini tampaknya merupakan langkah lain dalam percepatan ambisi Hong Kong untuk menjadi pusat aset virtual (crypto hub),” imbuh Panji.
Selain itu, pasar kripto juga terlihat antusias, menurut Panji, pasca-Sam Bankman-Fried (SBF) pendiri bursa kripto FTX dinyatakan bersalah atas tujuh tuduhan pidana di Pengadilan Federal Manhattan pada Jumat (3/11/2023). Dengan begitu SBF akan menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal 115 tahun.
Baca Juga
Pasar Kripto Bergerak Positif, Meski ETF Bitcoin Spot Belum Disetujui
“Sepekan ke depan, Investor perlu mencermati perkembangan lebih lanjut seputar ETF Bitcoin, sebagai antisipasi jika terjadi aksi harga negatif dalam jangka pendek jika ETF spot Bitcoin kembali ditunda oleh SEC,” ujar Panji.
Selain itu, perkembangan gugatan Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika dengan Ripple diharap terjadi pada 9 November, sesuai perintah pengadilan pada 24 Oktober 2023. Baik SEC maupun Ripple diharuskan mengusulkan jadwal pengarahan mengenai tuntutan yang dikenakan dalam kasus tersebut. Langkah ini mengikuti putusan pengadilan dalam kasus penjualan institusional XRP yang masih belum terselesaikan.
Sementara dari makroekonomi, pasar kripto juga menguat berkat laporan non-farm payroll (NFP) AS yang lebih lemah dari perkiraan imbal hasil obligasi AS yang lebih rendah. Hal ini juga terjadi di tengah pandangan bahwa The Fed sudah selesai menaikkan suku bunga dan mungkin mulai memangkasnya tahun depan.
“Saat ini pasar berekspektasi, The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan Desember (2023),” sambung Panji.
Menurut dia, pasar juga akan mencari kejelasan lebih lanjut mengenai niat The Fed dari para pejabat yang akan berbicara akhir pekan ini. Termasuk Ketua Jerome Powell dan anggota yang memberikan suara, seperti Ketua Fed New York John Williams dan Presiden Fed Dallas Lorie Logan. (CR-10)

