Mandiri Sekuritas: Equity Story Sangat Diperlukan sebelum IPO
JAKARTA, investortrust.id - Dirut PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menegaskan bahwa salah satu hal fundamental bagi perusahaan untuk memulai penawaran umum perdana (IPO) saham adalah memiliki equity story. Keunikan perusahaan akan menambah value-nya.
“Dikarenakan saat ini BEI sudah memudahkan peraturan untuk IPO, banyak company yang sudah mulai IPO (tanpa equity story yang kuat). Kalau dari teknisnya, BEI memang sudah mengakomodasi dan dari peraturan itu mudah sekali untuk IPO,” tuturnya pada talk show bertajuk IPO: A Strategy to Unlock the Company's Potential, Jakarta, Jumat (27/10/2023).
Baca Juga
IPO PGEO, Strategi Pertamina Group Menembus Market Cap US$ 100 Miliar
Oki menuturkan cara mencari equity story dari sebuah perusahaan adalah dengan menentukan apa produk fundamentalnya. Hal tersebut dapat meyakinkan investor untuk membeli saham yang ditawarkan.
“Hal yang paling fundamental adalah menentukan uniqueness atau equity story, dengan mencari produk fundamental dari perusahaan itu apa, industrinya spesifik dari high growth misalnya. Lalu, inovasi perusahaan itu baik sekali, brand-nya ESG atau sustainability,” paparnya.
Restrukturisasi
Selain memiliki equity story, cara menambah value dari sebuah perusahaan adalah restrukturisasi perusahaan. “Jadi ada konsolidasi, kalau misalnya perusahaannya masih kecil. Jadi, bisa lebih scaleable lagi. Sebelum atau ketika IPO dapat melakukan M&A (merger and acquisition) untuk growth driver perusahaan, sebagai tambahan dari pertumbuhan original-nya,” ungkap Oki.
Baca Juga
Yang terakhir, dia menegaskan, hal yang tidak kalah penting bagi perusahaan sebelum IPO adalah marketing. Apalagi, investor retail makin penting.
“Jadi bagaimana suatu perusahaan melakukan marketing promotion ke publik. Karena publik ini juga important. Investor retail sangat penting. Sekarang 35% dari total market itu retail. Jadi, retail itu sama pentingnya dengan institusi,” tandasnya. (CR-4)

