IHSG Sesi I Melesat 1,93%, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (2/11/2023), ditutup melesat 127,98 (1,93%) menjadi 6.770,40. IHSG bergerak hijau sepanjang sesi dalam rentang 6.642,69-6.779,84 denan nilai transaksi Rp 5,65 triliun.
Penguatan IHSG didukung kenaikan seluruh sektor saham, seperti saham sektor properti 2,78%, sektor teknologi 2,44%, sektor keuangan 1,51%, sektor material dasari 1,84%, dan sektor energi sebesar 1,19%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan 0,11%.
Baca Juga
Budi Starch & Sweetener (BUDI) Bagikan Dividen Interim Rp 26,99 Miliar
Lompatan indeks tersebut didukung penguatan sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar, seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp 250 (2,91%) menjadi Rp 8.850, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat Rp 195 (4,04%) menjadi Rp 5.025, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melesat Rp 200 (1,10%) menjadi Rp 18.375, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melesat Rp 225 (3,98%) menjadi Rp 5.875, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp 40 (1,10%) menjadi Rp 3.660.
Sebaliknya pelemahan terdalam melanda tiga saham ini, yaitu saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO), PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE), PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS), dan PT Mitrabata Adiperdana Tbk (MBAP).
Baca Juga
IHSG kemarin ditutup terjerembab sebanyak 109,79 poin (1,63%) ke level 6.642,42. Penurunan dipengaruhi atas koreksi seluruh sektor saham. Sedangkan pemodal asing lagi-lagi membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,09 triliun dengan melepas saham-saham bank besar.

