Target Saham Hermina (HEAL) Direvisi Naik, Berikut Pertimbangannya
JAKARTA, Investortrust.id – Target harga saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) direvisi naik, seiring dengan kuatnya pentrasi pasar perseroan kepada pasien BPJS Kesehatan. Revisi naik juga didukung UU Kesehatan yang diharapkan berimbas terhadap pertumbuhan penetrasi pasar perseroan.
Saham HEAL direvisi naik dari target semula Rp 1.650 menjadi Rp 1.800 dengan rekomendasi dipertahankan beli.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Brandon Boedhiman dan Jonathan Guyadi mengatakan, perseroan mencatatkan sebanyak 60% pendapatan perseroan dikontribusikan pasien BPJS Kesehatan pada kuartal III-2023. Rumah sakit dengan pasar pasien BPJS kesehatan yang besar akan diuntungkan.
Baca Juga
“Kami meyakini bahwa ketika situasi makro yang tidak menentu terus membayangi Indonesia, emiten rumah sakit dengan kontribusi JKN yang lebih tinggi akan memiliki kinerja yang lebih baik, karena penurunan pasien mungkin akan berlanjut untuk sementara waktu,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan ini.
Meski kontribusi pendapatan dari pasien BPJS meningkat, dia mengatakan, Hermina berhasil mencatatkan kenaikan margin didorong sejumlah faktor, seperti adanya inisiatif untuk pengadaan obat dan kenaikan tarif inaf pasien BPS. Hal ini membuat laba bersih perseroan mencapai Rp 349 miliar hingga September 2023 atau sudah setara dengan 75,5% dari target Samuel Sekuritas dan mencapai 76,4% dari target konsensus analis.
Sedangkan kehadiran UU Kesehatan baru, terang dia, memungkinkan perseroan lebih gencar lagi untuk menggarap pangsa pasar pasien dari daerah pedesaan. Sebab, salah satu tujuan utama pemerintah dengan rugulasi baru ini adalah mengatasi kekurangan dokter spesialis di daerah pedesaan.
Terkait prospek jangka menengah, Samuel Sekuritas menyebutkan, Hermina diprediksi mencetak pertumbuhan dua digit. Pertumuhuan didorong peningkatan jumlah pasien, kenaikan harga, dan intesitas pasein yang lebih tinggi. Pertumbuhan juga akan didukung tren peningkatan permintaan layanan kesehatan di Indonesia.
Baca Juga
Direktur Medikaloka (HEAL) Kembali Tambah Saham, Nilainya Segini
Samuel Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih Hermina menjadi Rp 498 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 299 miliar. Pendapatan perseroan juga diprediksi meningkat dari Rp 4,90 triliun menjadi Rp 5,72 triliun.
Sebelumnya, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham HEAL dengan target harga Rp 1.620. Target tersebut mempertimbangkan keberhasilan perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 42,08% dari Rp 245,52 miliar menjadi Rp 348,84 miliar hingga September 2023.
“Kami mempertahankan rekomendasi beli saham HEAL dengan target harga Rp 1.620. Target tersebut mempertimbangkan kenaikan laba bersih setelah perseoran berhasil menekan biaya dan menaikkan margin keuntungan. Sedangkan tingkat pertumbuhan pendapatan diprediksi semakin stabil seiring ekspektasi pasies BPJS perseroan akan terus stabil,” tulisnya.
Baca Juga
Saham Medikaloka (HEAL) Layak Dicermati, Sekuritas Ini Pasang Target Harga Ini
Manajemen Medikaloka melalui publikasi laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/10/2023), menyebutkan pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan bersih perseroan dari Rp 3,64 triliun menjadi Rp 4,22 triliun.
Perseroan juga mencatatkan peningkatan laba usaha dari Rp 487,25 miliar hingga September 2022 menjadi Rp 639,34 miliar hingga September 2023. Pertumbuhan tersbut menjadikan laba bersih periode berjalan meningkat dari Rp 315,07 miliar menjadi Rp 441,50 miliar.

