Profitabilitas Membaik, GOTO Minta Restu Buy Back Saham US$ 200 Juta
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merancang aksi pembelian kembali (buy back) saham dengan total dana yang disiapkan maksimal US$ 200 juta atau lebih dari Rp 3 triliun. Aksi tersebut akan diwujudkan setelah restu dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).
Manajemen GOTO beralasan buy back saham tersebut dilakukan setelah berhasil mencatatkan perbaikan profitabilitas dan arus kas. Aksi ini juga bagian dari optimalisasi pemanfaatan modal berdasarkan revisi alokasi pemanfaatkan modal usai mayoritas saham Tokopedia dilepas kepada TikTok.
GOTO sebelumnya telah menyepakati kemitraan strategis dengan TikTok. Tokopedia dan bisnis e-commerce TikTok di Indonesia telah bergabung di bawah entitas PT Tokopedia, yang kini dimiliki bersama-sama oleh GoTo dan TikTok, sehingga pengendali baru Tokopedia beralih ke TikTok. Sebagai bagian dari kesepakatan yang dituntaskan Januari 2024, TikTok akan menginvestasikan lebih dari US$1,5 miliar.
Baca Juga
Berdasarkan data keuangan GOTO hingga akhir 2023, kas, setara kas, dan deposito jangka pendek perseroan mencapai Rp 27,4 triliun atau setara dengan US$ 1,8 miliar. Sedangkan posisi kas dan setara kas perseroan usai dekonsolidasi Tokopedia menjadi Rp 23 triliun atau setara dengan US$ 1,5 miliar. Sedangkan profitabilitas menunjukkan perbaikan pesat, yaitu EBITDA disesuaikan GOTO mencapai Rp 77 miliar pada kuartal IV-2023, dibandingkan rugi EBITDA disesuaikan kuartal IV-2022 senilai Rp 3,13 triliun. Raihan tersebut menjadikan rugi EBITDA disesuaikan perseroan tahun lalu turun drastic dari Rp 16,01 triliun menjadi Rp 3,67 triliun.
“Buy back tersebut akan bergantung pada persetujuan dari regulator dan pemegang saham yang melalui RUPST mendatang. Dewan komisaris dan direksi perseroan akan melakukan peninjauan secara berkala terhadap rencana pembelian kembali tersebut dan mungkin melakukan perubahan atau penyesuaian, apabila diperlukan. Informasi lebih detail atas rencana pembelian saham kembali tersebut akan disampaikan kepada seluruh pemegang saham sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” terang Direktur Utama Grup GoToPatrick Walujo dalam keterang resminya di Jakarta, Selasa (19/3/2024).
Terkait pergerakan harga saham GOTO year to date (YTD) telah turun mencapai 16,3% menjadi Rp 72. Bahkan, GOTO tercatat sebagai saham pemberat laju indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2024 berjalan dengan kontribusi penurunan 29,71 poin.
Baca Juga
Rencana Buyback Masih Dikaji, GOTO Tegaskan Hati-Hati Alokasikan Modal
Sedangkan laporan kinerja keuangan GOTO tahun 2023 terungkap bahwa pendapatan bersih naik dari Rp 11,34 triliun menjadi Rp 14,78 triliun. Kenaikan tersebut berdampak terhadap penurunan drastis rugi bersih perseroan.
Manajemen GOTO melalui laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/3/2024), menyebutkan bahwa perseroan juga berhasil menekan biaya dan beban secara drastic dari Rp 41,67 triliun menjadi Rp 25,06 triliun. Hal ini menjadikan rugi usaha perseroan turun drastis dari semula Rp 30,32 triliun menjadi Rp 10,27 triliun.
Namun demikian, perseroan mencatatkan lonjakan rugi sebelum pajak penghasilan dari Rp 40,54 triliun menjadi Rp 90,63 triliun pada 2023. Kenaikan rugi tersebut dipengaruhi atas lonjakan kerugian penurunan nilai goodwill perseroan dari Rp 11 triliun tahun 2022 menjadi Rp 78,76 triliun tahun 2023.

