Bukan Cuma Profitabilitas, Kualitas Pembiayaan Bank Syariah Indonesia (BRIS) juga Membaik
JAKARTA, investortrust,id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI tidak cuma mengalami peningkatan profitabilitas. Per September 2023, kualitas pembiayaan perseroan juga membaik.
“Di tengah situasi perekonomian yang cukup menantang, BSI tumbuh posisit dari sisi volume, dengan profitabilitas sangat baik,” kata Direktur Keuangan dan Strategi BSI, Ade Cahyo Nugroho pada pemaparan kinerja triwulan III-2023 BSI di Jakarta, Selasa (31/10/2023).
Baca Juga
Cahyo mengungkapkan, membaiknya kualitas keuangan BSI tercermin pada perbaikan berbagai rasio dan indikator perseroan, seperti return on asset (ROA) dan return on equity (ROE). "ROA BSI naik dari 2,08% menjadi 2,34% (yoy). “Kualitas balance sheet BSI tumbuh semakin baik,” ujar dia.
Efisiensi, kata Cahyo, juga menjadi perhatian jajaran manajemen emiten bersandi saham BRIS tersebut. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) perseroan membaik dari level 74,02% menjadi 71,43% (yoy). “Cost to income ratio (CIR) juga membaik ke level 48,43% dari sebelumnya 50,26%," tutur dia.
Cahyo menjelaskan, BSI juga mampu menjalankan fungsi intermediasi perbankan secara baik. Indikasinya, rasio penyaluran pembiayaan terhadap dana pihak ketiga (DPK) atau financing to deposit ratio (FDR) kini berada di level 88,31%. "Itu menggambarkan loan growth kami sebagai salah satu yang tertinggi di industri, tapi dengan kualitas yang baik,” tandas dia.
Baca Juga
Kualitas penyaluran pembiayaan BSI, menurut Ade Cahyo Nugroho, ditunjukkan oleh rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) yang terus membaik. “Jadi, bukan hanya tumbuh positif, tapi juga ada perbaikan,” kata dia.
Cahyo menambahkan, indikator perbaikan BRIS juga tercermin pada cash coverage yang meningkat menjadi 189,56% per September 2023, tumbuh 27,29% (yoy). "Rasanya ini level tertinggi selama BSI berdiri,” ucap dia.
Gambaran kualitas kredit yang membaik, kata Cahyo, ditunjukkkan pula oleh biaya dana (cost of financing) yang turun ke level 1,35% per September 2023. “Rasio-rasio tersebut membawa kepercayaan diri bagi BSI untuk menghadapi situasi ke depan yang semakin menantang,” tegas dia. (CR-7)
