Tambah Free Float, Pemegang Saham Ini Lepas Saham Impack Pratama (IMPC) Rp 214,67 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Tunggal Jaya Investama mengurangi kepemilikan saham di PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) dengan meraup dana Rp 214,67 miliar. Pemegang saham tersebut melepas sekitar 1,01% saham.
Corporate Secretary IMPC Lenggana Linggawati mengatkan, penjualan tersebut bertujuan untuk menambah saham free float IMPC. “Aksi ini diharapkan dapat meningkatkan kuantitas transaksi perdagangan saham IMPC ke depan,” tulisnya dalam pengumuman resmi di Jakarta, Rabu (13/3/2024).
Berdasarkan data, Tunggal Jaya Investama melepas sebanyak 550,45 juta saham atau setara dengan 1,01% saham IMPC. Saham tersebut dilepas dengan harga pelaksanaan Rp 390 per saham pada 7 Maret 2024.
Berdasarkan data, pemegang terbanyak saham IMPC adalah Tunggal Jaya sebanyak 43,91% dan PT Harimas Tunggal sebanyak 43,85%. Sedangkan pengendali Haryanto Tjiptodihardjo menguasai 1,14% dan sisanya masyarakat public 10,6%.
Sebelumnya, Impack Pratama (IMPC) menambah modal anak usahanya di Australia, Impackone Pty Ltd, senilai Au$ 5 juta bulan ini. Perseroan bertindak sebagai pemegang 100% saham Impacone. “Penambahan modal tersebut diharapkan memperkuat struktur permodalan anak usaha perseroan tersebut,” terang Corporate Secretary IMPC Lenggana Linggawati.
Trimegah Sekuritas dalam rise terakhirnya menyebutkan bahwa saham IMPC menunjukkan pertumbuhan penjualan yang pesat didukung inovasi produk dan ekspansi pabrik. PVC plafon dan atap rumah akan menjadi produk pendongkrak performa kinerja perseroan dalam beberapa tahun ke depan.
Trimegah Sekuritas memperkirakan laba bersih perseroan berpotensi melesat menjadi Rp 407 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 308 miliar. Begitu juga dengan proyeksi laba tahun depan diprediksi meningkat menjadi Rp 519 miliar.
Sedangkan pendapatan Impack Pratama (IMPC) diharapkan melesat menjadi Rp 3,74 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 3,04 triliun. Sedangkan pendapatan tahun depan diharapkan melesat menjadi Rp 4,57 triliun.

