Meski Marketing Sales Tak Capai Target, Prospek Keuangan dan Saham Summarecon (SMRA) Tetap Kuat
JAKARTA, investortrust.id – Realisasi penjualan properti (marketing sales) PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) sepanjang 2023 hanya mencapai Rp 4,5 triliun. Angka tersebut lebih rendah sebesar 10% dari target semula.
Mandiri Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (16/1/2024) menyebutkan, realiasi tersebut menunjukkan penurunan penjualan penjualan properti perseroan sebanyak 9% tahun 2023. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk merevisi turun target marketing sales tahun 2024.
Baca Juga
Summarecon (SMRA) Dirikan Dua Perusahaan Patungan, Ternyata Untuk Ini
Meskipun terjadi penurunan penjualan properti, Mandiri Sekuritas memperkirakan, kinerja keuangan perseroan diprediksi tetap tren tumbuh didukung struktur biaya lebih rendah, yaitu penurunan beban bunga dan laba minoritas.
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham SMRA dengan target harga Rp 1.020. Target tersebut juga mempertimbangkan posisi perseroan sebagai emiten dengan tingkat ROE terbesar di antara emiten sejenis.
Terkait target penjualan marketing tahun ini direvisi turun dari estimasi semula Rp 5,02 triliun menjadi Rp 4,76 triliun. Revisi turun tersebut mempertimbangkan penurunan kontribusi sejumlah pengembangan properti perseroan, seperti Bogor, Bekasi, dan Bandung. Sedangkan proyek Serpong diharapkan tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap penjualan properti tahun ini.
Baca Juga
Pemangkasan Bunga The Fed akan Untungkan Sektor Perbankan dan Properti
Penurunan target penjualan marketing, terang Mandiri Sekuritas, tidak terlalu berimbas terhadap kinerja keuangan. Perseroan diprediksi justru mampu untuk mempertahankan pertumbuhan laba bersih dengan perkiraan margin keuntungan bersih meningkat menjadi 14% tahun ini dan ROE mencapai 10%.
Mandiri Sekuritas memperkirakan laba bersih perseroan mencapai Rp 1,04 triliun tahun 2024, dibandingkan perkiraan tahun 2023 Rp 854 miliar. Sedangakn pendapatan diproyeksikan naik menjadi Rp 7,19 triliun, dibandingkan estimasi tahun 2023 senilai Rp 6,75 triliun.

