Meski Rupiah Melemah, Metrodata (MTDL) Tetap Optimistis Pertumbuhan Laba 8%
JAKARTA, Investortrust.id – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) optimistis mempertahankan pertumbuhan laba bersih sebanyak 8% hingga akhir 2023. Angka tersebut sama dengan pertumbuhan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan sebanyak 8% dari Rp 371,42 miliar menjadi Rp 401,80 miliar hingga September 2023.
“Kami berharap sampai akhir 2023, perseroan tetap optimistis terhadap pertumbuhan laba bersih sekitar 8%, dibandingkan pencapain tahun lalu. Meski perseroan menghadapi sejumlah tantangan,” tutur Randy melalui penjelasan resminya di Jakarta, Kamis (26/10/2023).
Baca Juga
Meski Pendapatan Turun, Metrodata (MTDL) Cetak Kenaikan Laba Segini
Dia mengatakan, tantangan perseroan menjelang akhir tahun datang dari penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Fluktuasi tersebut mendorong perseroan melakukan hedge mata uang, karena sekitar 20% eksposur penjualan dalam mata uang asing.
Optimisme kenaikan laba, terang dia, juga akan didukung estimasi tren peningkatan permintaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pertumbuhan perseroan juga didukung peningkatan jasa layanan bisnis soludasi dan konsultasi melalui anak usahanya PT Mitra Integrasi Informatika (MII).
Terkait realisasi pertumbuhan laba bersih sebesar 8% hingga September 2023, Dirut Metrodata (MTDL) Susanto Djaja mengatakan, ditopang diversifikasi produk dan layanan TIK bersamaan dengan penguatan basis pelanggan yang besar dan loyal. Hal ini membuat perseroan bisa tumbuh berkelanjutan.
“Sebagai pemain lama di industry TIK, MTDL berhasil mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pelanggan hingga menambah basis pelanggan baru. Hal ini menunjukkan solusi yang ditawarkan perseroan relevan degan tren perubahan teknologi yang sangat cepat,” terangnya.
Baca Juga
Dianggap Tradisional, Warren Buffett Ternyata Punya 47,6% Saham AI
Metrodadata (MTDL) dalam publikasi laporan keuangan, Rabu (25/10/2023), mencatatkan penurunan tipis pendapatan dari Rp 15,18 triliun hingga September 2022 menjadi Rp 15,11 triliun sampai September 2023.
Sedangkan pertumbuhan laba bersih ditopang penurunan beban pokok penjualan dari Rp 14 triliun menjadi Rp 13,84 triliun. Hal ini berimbas terhadap kenaikan laba kotor dari Rp 1,17 triliun menjadi Rp 1,26 triliun.

