Sekuritas Ini Revisi Naik Target Saham Medco (MEDC) Saat Laba Anjlok, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id– Meski realisasi laba bersih PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) anjlok sebanyak 60,58% menjadi US$ 119 juta pada semester I-2023, target saham ini justru direvisi naik oleh BRI Danareksa Sekuritas dengan potensi cuan mencapai 25,8%.
Medco Energi mencatatkan penurunan laba bersih sebanyak 60,58% menjadi US$ 119 juta pada semester I-2023, dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 303,05 juta. Sedangkan pendapatan MEDC naik dari US$ 1,10 miliar menjadi US$ 1,11 miliar.
Baca Juga
Medco Energi (MEDC) Raih Pinjaman Baru Rp 5,25 Triliun, Begini Penggunaannya
CEO Medco (MEDC) Roberto Lorato mengatakan, penurunan laba bersih dipicu penurun laba PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) ditambahrealisasi harga migas yang lebih rendah, meski diimbangi volume migas yang lebih tinggi.
"Harga minyak turun 30% year on year, namun telah kembali pulih. IPO AMMN pada Juli 2023 sukses besar dan percepatan ekspor sedang dilakukan untuk mengejar penundaan di semester I-2023," terang Roberto dalam penjelasannya kemarin.
Dia menjabarkan bahwa AMMN berkontribusi sebesar US$ 27 juta terhadap laba bersih perseroan atau turun dari semester I-2022 sebanyak US$ 103 juta. Penurunan ini dipicu penundaan penjualan tembaga dan emas selama empat akibat izin ekspor yang tertunda.
Baca Juga
Laba Medco (MEDC) Semeter I-2023 Turun 60,58%, Terdampak Penurunan AMMN
“Kami memilih merevisi naik target harga saham MEDC dari Rp 1.300 menjadi Rp 1.900 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Kenaikan target harga tersebut menggambarkan operasional perseroan yang tetap solid pada semester I-2023 dan perkiraan performa perusahaan assosiasi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) bisa melampaui target yang ditetapkan tahun ini,” tulisnya analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan dalam riset yang diterbitkan, Rabu (4/10/2023).
Terkait penurunan dalam laba bersih perseroan pada paruh pertama tahun ini, Hasan mengatakan, dipengaruhi atas penurunan harga minyak dan gas bersamaan dengan penurunan keuntungan dari perusahaan asosiasi, AMMN.
Meski anjlok, realisasi tersebut sudah sesuai estimasi BRI Danareksa Sekurtias dan konsensus analis. Sedangkan paruh kedua tahun ini, kinerja operasional perseroan diprediksi bertumbuh, apalagi setelah AMMN kembali melanjutkan ekspor komoditas sejak Juli 2023.
Baca Juga
Medco (MEDC) Raih Uang Muka Transaksi Minyak Mentah US$ 100 Juta, Sahamnya Makin Cuan
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan produksi migas perseroan mencapai 160 mboepd tahun ini. Sedangkan rata-rata harga jual minyak diperkirakan meningkat pada paruh kedua tahun ini.
Outlook saham perseroan juga didukung atas penandatanganan CSPA akuisisi non operating participating interest pada asset migas di Timur Tengah pada Agustus 2023. Transaksi tersebut diharapkan tuntas pada akhir tahun ini.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi saham MEDC dengan target harga direvisi naik ke Rp 1.900. Target tersebut merefleksikan peningkatan target PE AMMN menjadi 11,7 kali. Target tersebut juga menggambarkan penguatan harga migas pada kuartal III hingga akhir tahun.

