Revisi Naik Target Harga Saham dan Kinerja Medco (MEDC), Intip Dua Katalis Utama Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja PT Medco Energi International Tbk (MEDC) diperkirakan membaik pada kuartal IV 2025 dan sepanjang 2026. Perbaikan ditopang peningkatan kepemilikan di Corridor PSC serta normalisasi kinerja PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). MEDC menguasai lebih dari 20% saham AMMN.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham MEDC dari Rp 1.320 menjadi Rp 2.000 dengan rekomendasi beli. Revisi naik tersebut juga mencerminkan peningkatan proyeksi kinerja keuangan perseroan tahun ini.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Lanjut Rebound, Tiga Saham Dipimpin ASII Direkomendasi Beli
BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target pendapatan MEDC menjadi US$ 2,32 miliar tahun ini, dibandingkan proyeksi semula US$ 2,12 miliar. Begitu juga dengan estimasi laba bersih direvisi naik dari semula US$ 245 juta menjadi US$ 270 juta. Adapun perkiraan pendapatan dan laba bersih MEDC tahun 2025 direvisi turun masing-masing menjadi US$ 2,10 miliar dan US$ 137 juta.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Andhika Audrey mengatakan, peningkatan kontribusi non-migas dan pemulihan ekspor tembaga AMMN menjadi faktor utama penguatan target pertumbuhan kinerja keuangan MEDC tahun ini, meski tekanan harga minyak masih berlanjut.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa AMMN sebelumnya telah meraih persetujuan ekspor tembaga. Data pengapalan awal membuat normalisasi kinerja dengan estimasi lonjakan laba bersih kuartal IV-2025 sebesar 43,3% secara kuartalan. Namun demikian, laba sepanjang 2025 diperkirakan masih di bawah consensus atau sekitar 10,3% di bawah consensus dipicu tekanan harga minyak global.
Baca Juga
Medco E&P (MEDC) Tambah Produksi Gas 9 MMSCFD dari Sumur Suban di Blok Corridor Sumsel
“Normalisasi ekspor tembaga AMMN dinilai semakin mengurangi risiko penurunan laba ke depan. Ekspor tembaga juga diharapkan menjadi faktor pendorong kinerja di tengah tren penurunan harga minya global,” tulis riset tersebut.
Selain faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, revisi naik target kinerja keuangan dan saham MEDC mempertimbangkan peningkatan participating interest di Corridor PSC menjadi 70% atau naik 24%. Manajemen MEDC juga menargetkan produksi migas sebanyak 165–170 mboepd tahun ini.
Peningkatan ini diperkirakan menambah sekitar US$ 145 juta EBITDA pada harga mid-cycle, termasuk sekitar US$ 90 juta dari kontrak gas berjangka tetap. Corridor PSC diproyeksikan berkontribusi sekitar 30% dari total volume produksi MEDC tahun ini, sekaligus menjadi tulang punggung portofolio migas perseroan.
Baca Juga
MedcoEnergi (MEDC) Targetkan Produksi Migas Tertinggi Sepanjang Sejarah pada 2026
Segmen bisnis ketenagalistrikan, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, MEDC menargetkan penjualan listrik sekitar 4.550 GWh tahun ini didukung oleh proyek Ijen dan Sumbawa fase 2 serta tambahan kapasitas dari Batam IPP sekitar 95 MW.
“Selain itu, akuisisi 45% participating interest di Sakakemang PSC memberikan opsi pertumbuhan tambahan. Produksi awal diperkirakan dimulai pada tahun depan dengan potensi tambahan volume sekitar 15–20 mboepd,” terangnya.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target laba bersih MEDC sektiar 12-37% untuk tahun 2026-2027 didorong asumsi produksi migas yang lebih tinggi menjadi 165 mboepd, dibandingkan sebelumnya 146 mboepd. Kenaikan ini akan menjadi bantalan terhadap asumsi harga minyak yang konservatif level US$ 65 per barel.

