Dipicu BPJS Kesehatan, Kalbe Farma (KLBF) Memasuki Tantangan Berat
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas memangkas turun target kinerja keuangan dan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Pemangkasan dipengaruhi atas tren peningkatan jumlah pasien berobat yang menggunakan BPJS Kesehatan.
Hal ini mendorong BRI Danareks Sekuritas memangkas turun target laba bersih KLBF tahun 2023 dari semula Rp 3,33 triliun menjadi Rp 2,65 triliun. Sedangkan target pendapatan direvisi turun dari Rp 31,15 triliun menjadi Rp 20,38 triliun.
Baca Juga
Penurunan Laba Tak Pengaruhi Target Saham Kalbe (KLBF), Kok Bisa?
Demikian juga target kinerja keuangna perseroan tahun 2024 dengan proyeksi laba bersih direvisi turun dari semula Rp 3,73 triliun menjadi Rp 2,72 triliun. Proyeksi pendapatan direvisi turun dari Rp 34,17 triliun menjadi Rp 32,15 triliun.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengatakan, terjadinya tren peningkatan pendapatan emiten rumah sakit dari pasien BPJS Kesehatan, seperti MIKA, HEAL, dan SILO. Kontribusinya meningkat menjadi sektiar 17-18% terhadap total pendapatan MIKA dan SILO hingga September 2023. Sedangkan bagi HEAL melesat menjadi 60-62%, dibandingkan tahun 2021 sebanyak 40-43%.
Baca Juga
Dipicu Kenaikan Beban, Laba Kalbe Farma (KLBF) Turun hingga September
Tak hanya itu, dia mengungkapkan, terlihat kenaikan jumlah pasien BPJS yang mengunjungi fasilitas kesehatan mencapai 34% pada 2022. Hal ini membuat tingkat permintaan obat generic melambung dan diharapkan berlanjut hingga tahun 2024.
“Kami melihat peningkatan permintaan obat-obat generic berpotensi menekan margin keuntungan obat-obat resep perseroan ke depan, sehingga berpotensi menekan tingkat laba bersih,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Bank OCBC NISP (NISP) Akuisisi Bank Commonwealth Rp 2,2 Triliun, Saham NISP Melesat
Peningkatan permintaan obat gegerik, terang dia, juga dipicu atas penurunan daya beli masyarakat. Terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat dengan lebih mengedepakan konsumsi lifestyle seperti produk kesehatan dan nutrisi.
Hal ini berpotensi membuat margin kotor perseroan turun menjadi 38,7% tahun 2024. Sedangkan produk segmen onkologi dan biosimilar diharapkan menjadi sumber pertumbuhan kinerja tahun ini.
Sejalan dengan pemangkasan target kinerja keuangan, BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun rekomendasi saham KLBF menjadi hold dengan target harga dipangkas dari Rp 2.100 menjadi Rp 1.600.

