IHSG Diprediksi ke Level 7.526, Simak Strategi Investasi dan Saham Pilihan 2024
JAKARTA, investortrust.id – Angin optimisme berhembus kencang ke pasar saham jelang akhir tahun 2023. Tergambar pada penguatan meyakinkan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pekan-pekan terakhir Desember 2023.
IHSG bahkan sempat menyentuh di atas level psikologi 7.300, meski akhirnya ditutup pada level 7.272,79 di penghujung perdagangan, Jumat (29/12/2023).
Tim Riset BNI Sekuritas menyampaikan, penguatan IHSG pada pekan-pekan akhir Desember dipicu oleh meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap inflasi dan resesi global, dengan proyeksi pertumbuhan yang diharapkan akan kembali normal seiring dengan tren sebelum pandemi.
Baca Juga
Gambaran tadi menjadi tanda optimisme pasar akan kembali naik pada tahun 2024. Untuk itu BNI Sekuritas meyakini IHSG akan kembali hijau pada tahun 2024.
Selain kondisi global yang mulai bersahabat, pasar modal domestik diyakini akan ditopang katalis positif pesta demokrasi pemilihan umum pada Februari 2024.
‘’Selama ini, dampak politik dan pemilu Indonesia memberikan hasil positif, sehingga pasar dipercaya juga akan positif tapi penuh kehati-hatian,’’ ulas Tim Riset BNI Sekuritas.
Di samping itu, fondasi yang kokoh dalam struktur negara serta dorongan global yang kuat menuju energi terbarukan dan/atau kendaraan listrik telah mengakibatkan banyak perusahaan yang berfokus pada tema tersebut mencari pendanaan dengan tepat waktu.
Baca Juga
Harapan akan pemulihan dalam konsumsi dan dorongan investasi, bersama dengan pandangan bahwa pendapatan per kapita negara telah melampaui US$ 5.000 telah meningkatkan prospek pertumbuhan secara keseluruhan.
“Oleh karena itu, kami percaya bahwa kegiatan seperti IPO dan upaya penggalangan dana lainnya akan terus berlangsung dengan semangat tinggi pada tahun 2024,’’ ulas BNI Sekruitas.
Ditopang sederet sentimen positif BNI Sekuritas memperkirakan IHSG tahun 2024 berada di range 6.634 (bear case), 7.526 (base case), dan 8.400 (bull case).
‘’Hal ini terutama bergantung pada dua hasil keputusan dari Federal Reserve (Fed) terkait suku bunga. Pertama, tidak ada penurunan suku bunga, dan kedua, terjadi penurunan suku bunga yang berhasil mencegah terjadinya resesi di Amerika Serikat,’’ ulas BNI Sekuritas.
Strategi Investasi 2024
Menghadapi tahun 2024 yang penuh dinamika, terdapat beberapa strategi bisa dipertimbangkan untuk posisi investasi. Namun porsi memperbesar alokasi investasi di instrumen obligasi disarankan dengan asumsi total return sekitar 9% berdasarkan imbal hasil 10 tahun yang stabil di level 6,65%.
Sedangkan untuk saham, disarankan pada saham-saham dengan kapitalisasi pasar jumbo dengan kinerja yang solid. “Saham seperti BBCA, TLKM, dan JSMR mungkin menjadi pilihan yang baik sebagai proxy obligasi,’’ ulas BNI Sekuritas.
Adapun untuk saham sektor komoditas, meskipun terdapat risiko pada laba, valuasi dan arus kas yang kuat di sektor komoditas menawarkan keseimbangan risiko reward yang menguntungkan. Pilihan seperti ADRO & UNTR menjadi pilihan utama.
Selanjutnya sektor konsumsi dan sektor keuangan disebutkan, dalam konteks yang lebih luas, ASII juga masuk ke dalam pandangan positif jangka panjang mengenai prospek permintaan mobil dalam negeri. Dukungan fiskal yang lebih baik dan perbaikan prospek pekerjaan diharapkan mendukung pemulihan konsumsi domestik.
“Sektor keuangan dan konsumen seperti KLBF, LPPF, HMSP, dan BBRI diperkirakan akan memperoleh manfaat dari perbaikan ini,’’ ulas BNI Sekuritas.
Tahun 2024 akan menjadi tahun normalisasi di mana pasar keuangan global bergerak menuju stabilitas setelah masa penyesuaian yang intensif. Meskipun tantangan tetap ada, peluang untuk posisi investasi yang cerdas dan strategis masih tersedia.
“Kunci utamanya adalah fleksibilitas dan reaksi terhadap perubahan dinamika pasar yang terus berubah,” demikian Tim BNI Sekuritas.
