Wall Street Menanjak dan BI Diperkirakan Tahan Bunga, Analis Rekomendasi Saham MTEL, INDF, dan UNVR
JAKARTA, investortrust.id – Indeks-indeks Wall Street masih melanjutkan penguatan pada Rabu waktu setempat, terangkat harapan terhadap laporan keuangan kuartalan terbaru produsen chip Nvidia, di tengah investor yang lagi menggandrungi kecerdasan buatan (AI). Penurunan imbal hasil obligasi juga meningkatkan sentimen positif di bursa AS.
Dari dalam negeri, para melaku pasar menunggu keputusan suku sunga acuan Bank Indonesia Kamis (24/08/2023) siang. BI 7-Day Reverse Repo Rate diperkirakan masih dipertahankan 5,75% guna mengendalikan inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi.
“IHSG di BEI kemarin menguat 0,1% ke 6.921 dan masih didominasi oleh volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan oleh resistance 6.966. Saat ini, posisi IHSG sedang berada di awal wave v pada label merah, di mana IHSG berpeluang untuk menguji area resistance di 6.966 dan apabila break area tersebut IHSG akan menguji 7.013. Namun demikian, diperkirakan IHSG akan terkoreksi terlebih dahulu ke rentang 6.878-6.907,” kata analis teknical elliott wave specialist dari MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana, Kamis (24/08/2023) pagi.
BACA JUGA:
Pria yang akrab disapa Didit ini menyebut ada sejumlah saham layak dicermati investor. Ini antara lain saham AKRA, dengan rekomendasi buy on weakness Rp 1.290-1.310, target price (TP) Rp 1.345, Rp 1.400 dan stop loss di bawah Rp 1.280. Selain itu, INDF buy on weakness Rp 7.000-7.050, TP Rp 7.225, Rp 7.300, dan stop loss di bawah Rp 6.900.
“MTEL buy on weakness Rp 690-710, TP Rp 750, Rp 770, dan stop loss di bawah Rp 675. Untuk BIRD buy on weakness Rp 2.230-2.270, TP Rp 2.400, Rp 2.530, dan stop loss di bawah Rp 2.200,” imbuhnya.
Sementara itu, research analyst RHB Sekuritas Muhammad Wafi merekomendasikan buy saham UNVR (Rp 3.750), MAPI (Rp 1.995), dan SSIA (Rp 386).

