MAMI: Euforia Suku Bunga The Fed Bisa Jadi Sumber Volatilitas
JAKARTA, Investortrust.id - Perdebatan mengenai penurunan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) terus berlanjut di awal tahun. Sebelumnya pasar tampak sangat yakin bahwa pemangkasan pertama dapat terjadi di bulan Maret, namun kini harapan tersebut pupus.
Samuel Kesuma, Senior Portfolio Manager, Equity di PT Manulife Aset Manajemen Indonesia menyampaikan, pihaknya sudah memperkirakan bahwa euforia suku bunga dapat menjadi sumber volatilitas di awal tahun, mengingat ekspektasi pasar yang cenderung berlebih terhadap besaran penurunan FFR.
“Berkaca dari apa yang terjadi di tahun 2023, investor sebaiknya berhati-hati dalam mengambil posisi yang bertentangan dengan pandangan The Fed,” kata Samuel dalam pernyataannya yang diterima Kamis (22/2/2024).
Baca Juga
Risalah FOMC Indikasikan The Fed Belum Percaya Diri Turunkan Suku Bunga Segera
Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menurut Samuel cenderung lebih konservatif dalam mengasumsikan penurunan FFR. Menurutnya semester kedua tahun 2024 dipandang sebagai periode yang lebih aman untuk berasumsi bahwa The Fed bisa mulai memangkas suku bunga setelah ada kejelasan kondisi inflasi AS.
“Kemungkinan penurunan suku bunga pada tahun ini relatif lebih besar dibandingkan tahun lalu, didukung oleh tren disinflasi di AS dan proyeksi The Fed yang menunjukkan akan adanya penurunan suku bunga pada tahun ini dibandingkan tahun lalu yang tidak ada ekspektasi penurunan suku bunga,” imbuh Samuel.
Sementara itu terkait reaksi bank sentral di negara lain, Samuel memproyeksikan bahwa sebagian besar bank sentral di banyak negara juga sudah bersiap menurunkan suku bunga.
“Tidak hanya Amerika Serikat, berbagai negara sudah mencapai puncak suku bunga dan menantikan waktu untuk memangkas suku bunga. Suku bunga riil di banyak negara sudah berada pada level positif dan merupakan yang tertinggi dalam rata-rata tiga tahun terakhir, yang mengindikasikan bahwa suku bunga berada pada level restriktif,” tuturnya.

