Bergerak Melesat, Sekuritas Ini Sebut Harga Wajar Saham Barito (BRPT) Rp 2.500
JAKARTA, investortrus.id – Harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mendadak melesat mengungguli tiga saham lainnya yang dimiliki Prajogo Pangestu. Meski harga melesat ternyata Sucor Sekuritas menyebutkan target saham BRPT ke level Rp 2.500.
Perdagangan saham intraday di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (6/12/2023) menyebutkan, saham BRPT melesat Rp 165 (15,71%) menjadi Rp 1.215. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 1.070-1.220 hingga pukul 09.46.
Baca Juga
IHSG Bergerak Sideways Melemah, Saham PTRO, PALM, dan AEGS Perkasa
Analis Sucor Sekuritas Arief Putra mengatakan, Sucor Sekuritas telah merekomendasikan investor untuk membeli saham BRPT dengan potensi penguatan harga menuju Rp 2.500. Target harga tersebut mempertimbangkan kuatnya posisi anak-anak usaha perseroan.
“Potensi penguatan saham BRPT menuju level Rp 2.500 terbuka lebar, seiring dengan perhitungan valuasi sum of the parts (SOTP) BRPT seharusnya berada di level Rp 2.500 per saham,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Target harga saham tersebut mempertimbangkan posisi BRPT sebagai pengendali dua anak usaha, PT Barito Renewable Energy Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Sebagaimana diketahui harga saham kedua anak usaha ini telah melesat dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga
Saham BREN, BRPT, CUAN, dan TPIA Melesat, Kekayaan Prajogo Jadi US$ 43,4 Miliar
Bahkan, saham BREN berpotensi menjadi salah satu saham safe haven di tengah antisipasi peningkatan volatilitas pasar dunia. Saham BREN telah berhasil melesat sebanyak 775% terhitung sejak listing perdana hingga penutupan perdagan kemarin. BREN juga menjadi emiten dengan kapitalisasi terbesar kedua dengan nilai Rp 913 triliun.
Mengapa target harga BRPT sampai Rp 2.500? Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa BRPT memiliki portofolio binis yang kuat, bisnis petrokimian dan pembangkit Listrik panas bumi.
BRPT melalui TPIA tercatat sebagai perusahaan petrokimian olefin tertintegrasi dan terbesar di Indonesia. TPIA juga terus gencar berekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan produk bahan kimia ke depan.
Baca Juga
Moody’s Pangkas Outlook Kredit Tiongkok Jadi ‘Negatif’, Ini Sebabnya
BRPT juga memiliki segmen bisnis pembangkit Listrik panas bumi terbesar di Indonesia dan nomor tiga di dunia melalui BREN. BREN mengoperasikan pembangkit Listrik dengan kapasitasl 886 MW.
BREN melalui perusahaan patungannya, PT Indo Raya Tenaga, juga tengah menggarap pembangkit listrik tenga uap dengan kapasitas 2x1.000 megawatt (MW).Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9 dan Jawa 10 di Suralaya, Banten.BREN bertindak sebagai pemegang 34% saham.
Estimasi Kinerja Keuangan BRPT
Sumber: Sucor Sekuritas

