Aksi Korporasi Anak-anak Usaha Massif, Harga Wajar Saham Barito Pacific (BRPT) Rp 2.500
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berhasil mengambil langkah maju yang besar melalui sejumlah aksi korporasi anak usahanya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Hal ini menjadikan saham BRPT kian menarik setelah seluruh saham anak usahanya terbang ke level tertinggi baru.
Berdasarkan data BRPT bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 34,65% saham TPIA bersama dengan Prajogo Pangestu menguasai 5,06% saham TPIA. BRPT juga bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 64,666% saham BREN. Sedangkan Prajogo Pangestu bertindak sebagai pengendali 71,19% saham BRPT.
Baca Juga
Saham Emiten Prajogo (TPIA) Tiba-tiba Terbang Geser AMMN dan BBRI, Apa Pemicunya?
Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan dan Jeremy Hansen mengatakan, TPIA bersama Glencore baru saja mengumumkan rencana akuisisi kilang minyak dan kimia Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP) di Pulai Bukom dan Jurong.
Estimasi Kinerja Keuangan BRPT
Sumber: Sucor Sekuritas
“Selain menciptakan peluang pertumbuhan laba pesat ke depan, Aksi besar ini membuka peluang besar bagi TPIA untuk masuk dalam indeks MSCI,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Berdasarkan informasi TPIA berpeluang menjadi pengendali dengan kepemilikan 80% saham SECP melalui perusahaan patungan bentukan TPIA dengan Glencore. Berdasarkan data SECP bisa menghasilkan pendapatan tahunan senilai US$ 10 miliar.
Baca Juga
Prajogo Pangestu, Konglomerat Pionir Bisnis Geothermal Terbesar
Melalui akuisisi ini, dia melanjutkan, BRPT melalui TPIA berpotensi meningkatkan kapasitas produksi bahan kimia menjadi 8,6 juta ton per tahun. Kapasitas produksi perseroan diperkirakan kembali meningkat menjadi 9,5 juta ton pada 2026 atau merefleksikan rata-rata pertumbuhan tahunan 120% dalam kurun waktu 2024-2026.
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, BRPT terdongkrak peluang masukkny saham TPIA dalam indeks MSCI dalam waktu dekat. “Kami yakin TPIA memiliki kesempatan paling bagus untuk dimasukkan dalam perhitungan MSCI bulan ini. Apalagi rata-rata kapitalisasi free float saham TPIA telah mencapai US% 3,3 miliar dalam tiga bulan terakhir,” terangnya.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Akuisisi Kilang Minyak dan Kimia Shell Energy, Begini Dampaknya Positifnya
Selain itu, ungkap dia, likuiditas perdagangan saham TPIA terpantau melesat dalam tiga bulan terakhir dengan rata-rata mencapai Rp 166 miliar per hari. Angka tersebut lebih besar dari saham TOWR dan SMGR. Rata-rata transaksi saham TPIA tersebut meningkat hampir 98%, dibandingkan rata-rata tiga bulan sebelumnya.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk kembali mempertahankan beli saham BRPT dengan target harga Rp 2.500. Saat ini, saham BRPT memiliki potensi cuan menggiurkan mencapai 155%. Angka tersebut juga menunjukkan potensi peningkatan nilai transaksi besar ke depan.
Grafik Saham BRPT, BREN, dan TPIA Ytd

