Saham MEJA, MKAP dan LIVE Resmi Listing, Ada yang Langsung Jebol ARA
JAKARTA, investortrust.id – Tiga perusahaan resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/02/2024).
Para pendatang baru BEI tersebut terdiri dari, PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), dan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE). Masing-masing merupakan Perusahaan tercatat ke-14, 15 dan 16 sepanjang tahun 2024 di BEI.
Debut perdana ketiga saham bervariasi, di mana MEJA mengalami penurunan -7,77% ke level Rp 95 per saham dari harga perdana Rp 103.
Baca Juga
Sementara saham MKAP mengsuat 34,78% atau menjebol auto rejection atas (ARA) ke level Rp 155 per saham dari harga perdana Rp 115 per saham. Adapun saham tercatat naik 11,49% ke level Rp 165 per saham dari harga perdana LIVE Rp 148 per saham.
Ketiga Perusahaan telah merampungkan proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), sebelum melakukan pencatatan saham perdananya pagi ini.
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk muncul di papan perdagangan saham BEI dengan kode saham MKAP. Perusahaan yang bergerak di bisnis penyedia jasa untuk sektor pertambangan ini memasang harga saham perdana Rp 115 per saham. Artinya Perseroan berpotensi meraih dana publik maksimal sebesar Rp 74,75 miliar.
Melalui hajatan ini, Perseroan mencatatkan sebanyak 650 juta lembar. Saham yang ditawarkan dalam rangka IPO mencerminkan sebanyak 20% dari total modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, yang merupakan saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham.
Dikutip dari prospektus IPO disebutkan, Perseroan berencana menggunakan seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, untuk modal kerja Perseroan antara lain, untuk biaya operasional, pembayaran kepada pemasok, perbaikan alat-alat berat yang dimiliki seperti: mesin, pompa, dan transmisi.
Baca Juga
Bursa Kawasan Dibuka Menguat, Samuel Sekuritas: IHSG Bisa Rebound
Selanjutnya ada perusahaan desain interior dan furnitur, PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) yang akan mencatatkan sebanyak 480 juta lembar saham baru di BEI dengan kode saham MEJA.
Jumlah saham yang dicatatkan setara dengan 25,03% dari modal disetor dan ditempatkan penuh Perseroan pasca IPO, dengan nilai nominal Rp 20 per saham.
Perseroan mematok harga saham perdana Rp 103 per saham. Dengan harga tersebut Perseroan meraup dana segar hasil IPO Rp 49,44 miliar.
Berdasarkan prospektus IPO yang disampaikan, dana hasil IPO akan dialokasikan sekitar 24% atau Rp 10,90 miliar untuk pembelian aset tetap berupa peralatan kerja kantor peralatan kerja proyek dan kendaraan.
Kemudian, sekitar 4% untuk sewa bangunan dan kendaraan serta pengembangan sistem informasi dan jaringan.
Sekitar 72% atau Rp 32,72 miliar akan digunakan untuk modal kerja Perseroan antara lain pembelian persediaan bahan baku, biaya kontraktor, desain interior dan pengadaan furnitur.
PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) atau dikenal dengan Homeco Living memperlengkap semarak listing hari ini, dengan mencatatkan sebanyak sebanyak 808,35 juta lembar saham baru atau 17,60% pasca IPO, dengan harga perdana Rp 148 per saham.
Pedagang eceran dan distributor peralatan rumah tangga ini masuk bursa dengan kode saham LIVE berhasil menghimpun dana IPO Rp 119,63 miliar.
Adapun rencana penggunaan dana hasil IPO akan dialokasikan oleh Perseroan sebesar Rp 25 miliar untuk pelunasan sebagian utang Perseroan kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang akan jatuh tempo.
Kemudian sebesar Rp 25 miliar akan dipergunakan untuk pelunasan sebagian utang usaha Perseroan kepada PT Trisinar Indopratama (TSI), yang merupakan entitas anak Perseroan. Selanjutnya TSI akan menggunakan dana ini untuk melunasi sebagian utang TSI kepada BCA terhadap fasilitas dengan tingkat bunga yang paling tinggi.
Sisanya akan digunakan oleh Perseroan untuk pengembangan usaha dalam bentuk modal kerja, antara lain pembelian persediaan bahan penunjang, barang dagang, pengiriman barang dagang dan biaya pemasaran serta biaya operasional lainnya.

