Ini Penyebab Timah (TINS) Telan Rugi Rp 87 Miliar dari Laba Rp 1,15 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Timah Tbk (TINS) melaporkan kinerja kuartal III-2023 dengan mencatat pendapatan sebesar Rp 6,4 triliun turun -37,36% year on year (yoy) dari Rp 10,18 triliun dari periode yang sama tahun 2022.
Sementara posisi EBITDA atau laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp 708,1 miliar.
Pada periode tersebut, TINS tercatat menderita rugi tahun berjalan sebesar Rp 87,4 miliar. Berbanding terbalik dari periode yang sama tahun 2022, di mana TINS tercatat meraih laba tahun berjalan Rp 1,15 triliun.
Posisi nilai aset Perseroan pada kuartal III 2023 tercatat turun menjadi sebesar Rp 12,7 triliun, sementara posisi liabilitas sebesar Rp 6,1 triliun, naik 0,9% dibandingkan posisi akhir tahun 2022 sebesar Rp 6 triliun.
Baca Juga
Di samping itu, pinjaman bank dan utang obligasi pada kuartal III menjadi Rp 2,9 triliun dari sebelumnya Rp 2,8 triliun.
Posisi ekuitas tercatat sebesar Rp 6,6 triliun, turun 5,7% dibandingkan posisi akhir tahun 2022 sebesar Rp 7 triliun. Manajemen TINS menyebut, penurunan ekuitas seiring dengan pembagian dividen yang sudah dibayarkan sebesar Rp 312,5 miliar.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS, Fina Eliani, mengatakan, indikator keuangan Perseroan masih menunjukkan hasil yang baik, terlihat dari beberapa rasio keuangan penting di antaranya Quick Ratio sebesar 25%, Current Ratio sebesar 153%, Debt to Asset Ratio sebesar 23%, dan Debt to Equity Ratio sebesar 44%.
Kinerja Operasional
TINS mengatakan, penurunan kinerja di kuartal III-2023 disebabkan harga logam timah dunia yang terus tertekan akibat penguatan mata uang AS dan lambatnya pemulihan perekonomian China, serta lemahnya permintaan timah karena tingginya persediaan LME.
“Hal tersebut berdampak pada menurunnya ekspor timah Indonesia dari kuartal II-2023 sampai dengan kuartal III-2023, khususnya ekspor timah TINS ke beberapa negara,” papar Fina dalam keterangan tertulis, Rabu (1/11/2023).
Baca Juga
Ditopang Produk Etikal, Pendapatan Kimia Farma (KAEF) Tumbuh 8,15%
Dikatakan, dari sisi operasi, TINS mencatat produksi bijih timah sebesar 11.201 ton atau tercapai 77% pada kuartal III-2023, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 14.502 ton.
Adapun produksi logam timah sebesar 11.540 metrik ton atau tercapai 82% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 14.130 metrik ton, serta penjualan logam timah sebesar 11.100 metrik ton atau tercapai 72% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 15.325 metrik ton.
Harga jual rerata logam timah sebesar US$ 27.017 per metrik ton atau lebih rendah 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 35.026 per metrik ton. Sampai dengan kuartal III 2023, TINS mencatatkan ekspor timah sebesar 92% dengan 6 besar negara tujuan ekspor meliputi Jepang 16%; Korea Selatan 13%; Belanda 11%; India 9%; Taiwan 9% dan Amerika Serikat 8%.

