PTPP Kejar Penyelesaian Proyek Pengelolaan Air Limbah di 3 Kota
JAKARTA, investortrust.id – Emiten konstruksi PT PP (Persero) merampungkan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALDT) secara terpusat di Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad mengatakan, penyelesaian proyek tersebut menunjukan pihaknya memiliki kompotensi dalam bidang SPALDT.
"Kami bersyukur proyek ini telah selesai dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo walaupun terdapat beberapa tantangan termasuk pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia," kata Novel Arsyad dalam keterangan yang dikutip, Jumat (27/10/2023).
Baca Juga
Dirut Diperiksa KPK, PTPP Pastikan Tidak Garap Proyek Stadion Mandala Krida
Diketahui, Presiden Joko Widodo meresmikan SPALDT di Kota Palembang, Kamis (26/10/2023). Ini merupakan proyek join venture antara PT PP dan Mc Connell Dowell Indonesia dengan nilai proyek sekitar Rp475,3 miliar dan pendanaan proyek ini berasal dari dana hibah Pemerintah Australia melalui Departemen of Foreign Affairs & Trade.
Novel mengatakan, proyek ini didanai oleh Pemerintah Australia dan diawasi oleh konsultan asing, sehingga membuktikan perseroan kompeten dalam sektor pembangunan SPALDT berstandar Internasional.
Saat ini, kata dia, perseroan juga sedang mengerjakan proyek sejenis di beberapa kota di Indonesia seperti di Makassar, Pekanbaru, dan KIT Batang.
Baca Juga
"Dengan pengalaman yang kami punya saat ini, kami optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan dengan kualitas yang baik serta dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Novel.
Proyek SPALDT ini menempati lahan seluas 5,9 hektare di Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang. Masa pelaksanaan proyek dari tanggal 25 Agustus 2020 - 28 Desember 2022 dengan porsi Join Venture sebanyak 51% Mc Connell Dowell Indonesia (MDI) dan 49 persen PT PP.
SPALDT memiliki total kapasitas mencapai 20.300 m3 per hari, dimana diharapkan instalasi pengelolaan air limbah ini dapat dirasakan sampai dengan 21.700 Sambungan Rumah (SR) atau mengcover 10% kebutuhan masyarakat Palembang.

