Indeks Tembus 7.000, Cek Rekomendasi Saham CTRA, NCKL, dan SMRA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 1,4% hingga menembus level psikologis 7.000, tepatnya 7.004 kemarin. Indeks diperkirakan masih berpeluang menguat. Untuk perdagangan hari ini, analis teknikal merekomendasikan sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Ciputra Development (CTRA), Trimegah Bangun Persada (NCKL), Summarecon Agung (SMRA), dan Solusi Sinergi Digita (WIFI).
“IHSG menguat ke 7.004 kemarin dan disertai munculnya volume pembelian. Saat ini, posisi indeks diperkirakan membentuk wave v dari wave (i) dari wave [iii], sehingga pergerakannya masih berpeluang menguat ke rentang 7.019-7.050. Penguatan IHSG ini akan lebih terkonfirmasi apabila IHSG mampu menembus area resistance terdekatnya di 7.011 secara valid,” kata Head of Research Retail MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana, Jakarta, Jumat (24/11/2023).
Baca Juga
Ia menjelaskan lebih lanjut, level support IHSG adalah 6.887, kemudian 6.760. Sedangkan resistance berada di 7.020, kemudian 7.040.
Saham-Saham Pilihan
Berikut rincian saham-saham yang direkomendasi MNCS Sekuritas untuk perdagangan saham hari ini, di Bursa Efek Indonesia.
CTRA - Buy on Weakness
Harga saham CTRA menguat 1,8% ke Rp 1.140 kemarin disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun mampu berada di atas moving average 60 hari (MA20). Namun, selama CTRA belum mampu menembus Rp 1.185 sebagai resistance-nya, maka posisi saat ini masih diperkirakan berada pada bagian dari wave 2 dari wave (C), sehingga masih rawan terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on weakness: Rp 1.055-1.105
Target price: Rp 1.185, Rp 1.220
Stop loss: di bawah Rp 1.010.
NCKL - Spec Buy
Harga saham NCKL menguat 0,5% ke Rp 1.030 kemarin disertai munculnya volume pembelian, dan penguatannya mampu berada di atas MA60. Selama masih berada di atas Rp 1.005 sebagai stop loss-nya, posisi NCKL saat ini diperkirakan berada di awal wave [iii] dari wave C.
Spec buy: Rp 1.015-1.030
Target price: Rp 1.105, Rp 1.160
Stop loss: di bawah Rp 1.005.
SMRA - Buy on Weakness
Harga saham SMRA menguat 3,4% ke Rp 605 kemarin disertai munculnya volume pembelian, dan penguatan pun mampu berada di atas MA60. Selama mampu berada di atas Rp 580 sebagai stop loss-nya, maka posisi SMRA diperkirakan sedang berada di awal wave (v) dari wave [i].
Buy on weakness: Rp 585-600
Target price: Rp 625, Rp 650
Stop loss: di bawah Rp 580.
Baca Juga
Di Luar Ekspektasi, Bank Sentral Turki Naikkan Suku Bunga 500 Basis Poin Menjadi 40%
WIFI - Buy on Weakness
Harga saham WIFI menguat 0,6% ke Rp 172 kemarin disertai munculnya volume pembelian, dan penguatan WIFI mampu berada di atas MA20. Namun, diperkirakan, posisi WIFI saat ini masih berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 1, sehingga WIFI masih rawan terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on weakness: Rp 156-165
Target price: Rp 180, Rp 200
Stop loss: di bawah Rp 149.
(Disclaimer on)

