Cukai Naik 10%, Sekuritas Ini Malah Naikan Target Saham HMSP
JAKARTA, investortrust.id – Target price saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dikerek ke level Rp 1.300 dari target sebelumnya Rp 1.100 per saham.
Tim Riset BNI Sekuritas menyebut, kenaikan target price tersebut menggunakan dividend discount model (DDM), mengimplimplikasikan price earning ratio tahun 2024 sebesar 16 kali rata-rata 3 tahun.
‘’HMSP adalah preferensi kami, untuk itu kami mempertahankan rekomendasi beli saham ini untuk jangka waktu 3 bulan hingga 12 bulan dengan target price Rp 1.300 per saham," ulas Tim Riset BNI Sekuritas dikutip, Senin (1/1/2024).
Pilihan terhadap saham rokok tampaknya cukup menantang tahun ini, mengingat pemerintah kembali kenaikan cukai rokok sebesar 10% per 1 Januari 2024.
Baca Juga
Dana Jaminan KPEI Meningkat, Tembus Rp 7,74 Triliun di Akhir 2023
Namun, berbeda bagi HMSP sebab perusahaan ini sudah punya antisipasi menembus segmen rokok kredit yang menguasai pangsa pasar 96%, dengan jumlah konsumsi tahunan lebih dari 300 miliar batang rokok.
Startegi dilakukan HMSP dengan merilis rokok elektronik cengkeh IQOS, pertama di dunia pada 27 November 2023.
Tim Riset BNI Sekuritas percaya varian IQOS yang baru dengan cengkeh memiliki potensi untuk menjangkau lebih banyak para perokok. ‘’Dalam estimasi kami, mild clove cigarette memiliki pangsa pasar 20% dari total volume rokok,’’ ulas BNI Sekuritas.
Sejauh ini IQOS menyumbang sekitar 2% dari pendapatan HMSP pada kuartal III-2023. Data GATS mengungkapkan bahwa hanya 300 ribu orang dewasa yang mengadopsi HTP (heated tobacco product) pada tahun 2021 sejak diperkenalkan pada tahun 2019.
Dengan asumsi pertumbuhan yang kuat, pengguna HTP diproyeksikan mencapai 880 ribu pada 2025, dan kontribusi IQOS terhadap pendapatan HMSP bisa mencapai sekitar 3%.
Baca Juga
‘’Perlu dicatat bahwa pabrik IQOS baru HMSP memiliki kapasitas produksi 15,45 miliar batang rokok HTP (heated tobacco product), dan membuka peluang ekspor yang menjanjikan di wilayah Asia Pasifik. Jika pabrik sudah beroperasi penuh dalam 5 tahun mendatang, potensi pendapatan bisa mencapai 10% dari total pendapatan HMSP di 2028,’’ ulas BNI Sekuritas.
Tidak kalah penting, sebagaimana dikungkap Philip Morris, IQOS menawarkan profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan rokok tradisional, dengan rata-rata GPM 10% points lebih tinggi.
‘’Namun, perhitungan kami menunjukkan bahwa GPM IQOS mungkin tidak melebihi merek rokok unggulan HMSP seperti A Mild dan Dji Sam Soe, meskipun varian IQOS yang baru mungkin lebih menguntungkan daripada varian yang lebih lama karena bobotnya yang lebih ringan sehingga membayar pajak lebih sedikit,’’ pungkas BNI Sekuritas.

