Saham VKTR dan ALII Kompak Melesat, Simak Pendorong Berikut
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) kompak lanjutkan penguatan pada perdagangan saham intraday di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/2/2024). Bahkan, ALII melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa.
Data BEI hingga pukul 10.30 WIB mengungkap, saham VKTR menguat Rp 15 (10%) menjadi Rp 165. Saham produsen bus dan truk listrik ini bergerak dalam rentang Rp 150-173 dan saham ini diburu investor asing. Kemarin, saham VKTR melesat 17,18% dari Rp 128 menjadi Rp 150.
Baca Juga
Penguatan serupa juga melanda saham ALII dengan kenaikan mencapai Rp 90 (12,08%) menjadi Rp 835. Saham perusahaan pelayaran spesialis pengangkutan batu bara ini bergerak dalam rentang Rp 745-855. Lompatan saham emiten grup Bakrie ini telah berlangsung sejak listing perdana 7 Februari 2024.
Lompatan harga saham VKTR hingga mendorong kenaikan kapitalisasi pasar (market cap) menjadi Rp 7,30 triliun ini mulai terjadi setelah VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) menjalin kemitraan strategis dan mendirikan perusahaan patungan (joint venture). Aksi korporasi ini bertujuan meningkatkan inovasi dan mempercepat adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.
Baca Juga
Acara penandatanganan kemitraan strategis tersebut dihadiri para pimpinan utama VKTR dan PT Bakrie & Brothers Tbk selaku perusahaan induk, termasuk Chief Executive Officer (CEO) Bakrie & Brothers, Anindya Novyan Bakrie. Hadir pula para pimpinan Indomobil serta mitra pendukung, seperti bank, underwriter, dan media massa.
Rekor Baru ALII
Sementara itu, saham ALII kembali menorehkan rekor harga tertinggi sejak listing perdana saham di BEI sejak 7 Februari 2024. Dengan harga Rp 835, saham ALII telah melesat sebanyak 206,98% terhitung sejak listing perdana hingga perdagangan intraday hari ini.
Bahkan,ALII kini menjadi emiten sektor kapal dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kapitalisasi pasar (market cap) Rp 13,21 triliun. Angka tersebut jauh di atas market cap PT Temas Tbk (TMAS) senilai Rp 9,43 triliun, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) Rp 5,37 triliun, dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) senilai Rp 2,54 triliun, dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp 1,80 triliun.
ALII sebelumnya menuntaskan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan melepas sebanyak 3,2 miliar saham atau 20% dari jumlah saham beredar. Saham tersebut dilepas dengan harga pelaksanaan Rp 272 per saham, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 860,9 miliar.
Baca Juga
Anindya Bakrie: VKTR Bidik Produksi 3.000 Bus dan Truk Listrik
Terkait target tahun ini, ALII optimistis membidik pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 1,1 triliun tahun 2024. Target tersebut didukung peningkatan volume angkut batu bara hingga dua kali lipat.
Presiden Direktur ALII Faisal Mohamad Nur seusai serenomi pencatatan perdana umum saham ALII di Gedung BEI, Rabu, (7/2/2024), mengatakan, target tersebut didukung rencana penambahan armada dari 36 unit tongkang menjadi 42 tongkang sungai bulan ini.
"Tahun 2023 bottom line konsolidasi perseroan sekitar Rp 177 miliar dan top line hampir Rp 900 miliar. Sedangkan tahun 2024 diharapkan pendapatan bertumbuhan menjadi Rp 1,11 triliun," katanya.

