WIR Asia (WIRG) Revisi Turun Target Pendapatan 2023, Apa Alasannya?
JAKARTA, investortrust.id – PT WIR Asia Tbk (WIRG) merevisi turun target pendapatan menjadi sekitar 60% dari target semula dengan total Rp 4 triliun pada 2023. Penyesuaian target tersebut mempertimbangkan rendahnya realisasi konversi waran menjadi saham.
Pemangkasan target tersebut juga mempertimbangkan Keputusan perseroan untuk menunda rencana fund raising pada entitas anak usaha dari semula direalisasikan tahun 2023 menjadi tahun 2024. Perseroan juga menyesuaikan rencana pertumbuhan berdasarkan cadangan arus kas internal serta kas dari hasil operasi.
Baca Juga
WIR Asia (WIRG) Gelar Program MESOP di Harga Rp 152 per Saham
“Dengan mempertimbangkan beberapa faktor di atas, kami turut menyesuaikan rencana belanja modal dan target pertumbuhan bisnis perseroan serta menyempurnakan rencana strategis jangka Panjang,” tulisnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Kamis (14/12/2023).
Penyesuaian tersebut juga berupa penyesuaian proyeksi pendapatan perseroan menjadi hanya 60% dari target yang ditetapkan tahun 2023 senilai Rp 4 triliun. Dengan demikian, target pendapatan perseroan dipangkas dari Rp 4 triliun menjadi Rp 2,4 triliun.
“Proyeksi pendapatan yang disesuaikan ini tetap mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan berkisar 45-50%, dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun 2022 senilai Rp 1,65 triliun. Pertumbuhan tersebut juga mendorong peningkatan laba operasi dan laba bersih perseroan tahun ini,” tulisnya.
Baca Juga
Saham CUAN Lagi-lagi Cetak Rekor, Saat Saham Emiten Prajogo Lain Koreksi
Hingga September 2023, WIR Asia (WIRG) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 1,87 triliun. Nilai ini meningkat 55,4% secara tahunan (yoy) dari Rp1,2 triliun pada periode sama tahun lalu.
Perseroan juga mencatatkan EBITDA dan laba bersih masing-masing sebesar Rp 108,1 miliar dan Rp 52,1 miliar dengan masing-masing peningkatan 81,9% (yoy) dan 40,4% (yoy).

