BFIN Rajai Pembiyaan NDF, Target Harga Sahamnya masih Tinggi!
JAKARTA, investortrust.id – PT BFI Finance Tbk (BFIN) merupakan emiten pembiayaan non dealer financing (NDF) terbesar di Indonesia. Perseroan juga tercatat sebagai pembiayaan dengan imbal hasil aset paling besar melampaui rata-rata pertumbuhan industri.
Hal ini mendorong Analis Sucor Sekuritas Dicky Susilo Adi dan Yoga Ahmad Gifari untuk menempatkan BFIN sebagai perusahaan multfinance paling menguntungkan. Sehingga saham ini dipertahankankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.520.
“Multifinance NDF menawarkan tingkat bunga lebih tinggi dengan efektif rate berkisar 29%, dibandingkan kredit konsumer berkisar 8-10%. Bunga tinggi tersebut berimbas terhadap imbal hasil aset yang lebih tinggi,” tulis Dicky Susilo Adi dan Yoga Ahmad Gifari dalam riset yang diterbitkan pekan lalu.
Baca Juga
BFI Finance (BFIN) Bagikan Dividen Interim Rp 421,10 Miliar, Simak Jadwal Ini
Meski menawarkan bunga tinggi, dia mengatakan, BFIN memiliki pembiayaan tetap aman. Perseroan dapat memulihkan pokok kredit secara cepat dengan mencairkan kolateral kredit hanya tiga bulan setelah disebut gagal bayar. Hal ini membuat kebutuhan modal kerja lebih ringan.
BFIN juga tercatat sebagai emiten pembiayaan paling untung dengan ROE tinggi mencapai 22,3% tahun 2022 atau lebih tinggi dibandingkan kompetitornya sektiar 15% dan rata-rata industry mencapai 14%.
Tingkat keuntungan yang tinggi tersebut ditopang sejumlah faktor, seperti biaya dana rendah mencapai 7% dan belanja operasional terkelola dengan baik hanya merefleksikan 45% terhadap cost to income ratio.
“BFIN juga tercatat sebagai emiten dengan biaya dana paling rendah hanya berkisar 3,5% dalam enam tahun terakhir, dibandingkan rata-rata kompetitornya sekitar 5,8%,” tulisnya.
Baca Juga
Saham Bank Tetap Menarik, Meski Pertumbuhan Laba Melambat, Kok Bisa?
BFIN juga didukung jaringan kantor yang tersebar di berbagai daerah. Perseroan tercatat sebagai mutifinance NDF terbesar dan pemimpin pasar. Perseroan mengoperasikan lebih dari 200 jaringan dan didukung 2.000 agen yang tersebar di sejumlah daerah.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BFIN dengan target harga Rp 1.560. Target harga tersebut juga mempertimbangkan pertumbuhan pembiayaan NDF ke depan, kualitas aset yang kuat, dan emiten dengan ROE paling tinggi di kelasnya.
Target harga tersebut juga didukung pertumbuhan pembiayaan yang sehat dengan target mencapai 17% tahun ini dan biaya kredit paling rendah. Hal ini diharapkan membuat rata-rata pertumbuhan laba bersih dalam tiga tahun terakhir mencapai 22% dan NIM stabil level 21%.
Estimasi Kinerja Keuangan BFIN
Sumber: Sucor Sekuritas

