Memasuki 2024, Begini Prospek dan Target Saham PTPP
JAKARTA, investortrust.id – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memperkirakan pertumbuhan mendatar untuk krontak baru tahun 2024. Meski demikian pendapatan dan laba ditargetkan bertumbuh sekitar 10-11% tahun depan.
Pertumbuhan kinerja tersebut didukung sejumlah kontrka yang telah dikantongi perseroan. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham PTPP dengan target harga Rp 700.
Baca Juga
Wall Street Menguat Terdorong Optimisme Pasar, Dow Jones Melesat di Atas 300 Poin
Penopang pertumbuhan kinerja keuangan tahun depan, terang Mandiri Sekuritas, berasal dari pengerjaan sejumlah proyek. Di antaranya, pengembangan proyek pembangunan terminal container tahap II pelabuhan Tanjung Priok. Perseroan tengah mengerjakan kontrak senilai Rp 3,8 triliun dan proyek tersebut ditargetkan tuntas Agustus 2025.
Perseroan berharap sebagian besar pengerjaan proyek tersebut akan dicatatkan sebagai pendapatan tahun 2024. Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan juga akan datang dari pengembangan Pelabuhan Patimban dengan kontrak Rp 823 miliar.
Pertumbuhan kinerja tahuan depan juga diharapkan bersumber dari pengerjaan beberapa proyek tol Semarang-Demak seksi IB Rp 1,2 triliun, proyek IKN bernilai Rp 2,2 triliun, pembangunan Gedung BNI Kapuk senilai Rp 1,2 triliun, pembangunan smelter Kolaka Rp 2,3 triliun, dan pembangunan rumah bagi pegawai negeri di IKN bernilai Rp 1,3 triliun.
Pertumbuhan kontrak baru perseroan, terang Mandiri Sekuritas, juga datang dari percepatan pembangunan 20 proryek strategis nasional (PSN). Di antaranya, tol Indrapura-Kisaran bernilai Rp 4 triliun, proyek smelter Vale Rp 2,6 triliun, dan proyek tol Probolinggo-Banyuwangi Rp 4 triliun.
Terkait kontrak baru tahun 2024, Mandiri Sekuritas menyebutkan, cenderung rendah dipengaruhi atas penurunan tender proyek pemerintah dan BUMN selama tahun pemilu. Sedangkan pertumbuhan pendapatan diperkirakan tetap kuat berkisar 10% didukung tingkat bunga yang lebih rendah dan efisiensi pengerjaan proyek lebih baik.
Baca Juga
Jokowi Tinjau Progres Pembangunan Istana dan Kantor Presiden di IKN
Hingga November 2023, perseroan telah mengantongi kontrak baru senilai Rp 30,2 triliun atau bertumbuh 8% dari realisasi periode sama tahun lalu. Angka tersebut setara dengan 89% dari total target tahun ini. Sedangkan kontrak baru dari pengerjaan proyek IKN mencapai Rp 8,7 triliun dan ditargetkan memperoleh kontrak baru senilai Rp 10 triliun dari IKN.
Prospek penguatan saham PTPP juga datang dari rencana manajemen perseroan untuk memfokuskan bisnis inti dengan mendivestasi aset-aset di luar bisnis inti. Tahun depan, perseroan menargetkan mendivestasi sejumlah aset, seperti pembangkit listrik PT Inpola Meka Energi dan PT Odira Energi Karang Agung. Perseroan juga tengah mendivestasi beberapa cadangan lahan dan aset property.

