Agresif! Pengendali Tambah 8,33% Esta Multi (ESTA) Sepanjang Januari
JAKARTA, investortrust.id – PT Esta Utama Corpora selaku pengendali kembali memborong sebanyak 1,38% saham PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) dari pasar. Bahkan, pengendali telah memborong 8,33% saham ESTA sepanjang Januari 2024 berjalan.
Manajemen ESTA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/1/2024) menyebutkan, Esta Multi Usaha membeli sebanyak 33,56 juta saham ESTA dengan harga pelaksanaan Rp 77 per saham pada 16 Januari 2024.
“Pembelian dengan tujuan investasi ini membuat total kepemilikan sahamnya bertambah dari 72,25% menjadi 73,64%,” tulis pengumuman tersebut.
Baca Juga
Pengendali Ini Borong 6,95% Saham Esta Multi (ESTA), Ada Apa?
Berdasarkan data, Esta Utama Corpora telah memborong sebanyak 8,33% saham ESTA sepanjang Januari 2024 berjalan. Pengendali telah melakukan pembelian saham sebanyak tiga kali dalam tiga pekan terakhir.
Pada 11 Januari lalu, Esta Utama Copora telah membeli sebanyak 6,95% saham ESTA. Aksi tersebut membuat total kepemilikannnya bertambah menjadi 72,25%.
Direktur Esta Multi (ESTA) Andaru Surya Gautama mengatakan, penambahan tersebut dilakukan dengan pembelian sebanyak 111,03 juta saham ESTA pada harga Rp 78 per saham pada 11 Januari.
Esta Utama Corpora kemudian melanjutkan pembelain sebanyak 57,41 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 76 per saham pada 12 Januari 2024. “Total persentase saham yang dibeli mencapai 6,95%. Pembelian tersebut bertujuan untuk investasi,” tulisnya.
Baca Juga
Pengendali menggelontorkan dana senilai Rp 13,02 miliar untuk menambahn sebanyak 6,95% menjadi 72,25% saham ESTA.
Berdasarkan data keuangan hingga September 2023, perseroan membukukan peningkatan pendapatan dari Rp 29,02 miliar menjadi Rp 33,93 miliar. Kenaikan tersebut berimbas terhadap raihan laba usaha Rp 3,50 miliar, dibandingkan rugi usaha Rp 239,57 juta pada periode sama tahun lalu.
Esta Multi (ESTA) awalnya didirikan dengan nama PT Esta Asri Propertindo dengan fokus usaha bidang properti, seiring dengan perkembangannya hingga saat ini telah memiliki aset properti hotel dan ruko komersial yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, seperti Tangerang, Bogor, Bekasi, Kawarang, Gorontalo, Makassar, dan daerah-daerah lainnya.

