Dirut Eagle Plantations (BWPT) Rajin Tambah Saham, Pertanda Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Dirut PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) Henderi Djunaidi kembali memborong saham perusahaan yang dipimpinnya. Aksi tersebut telah dilakukan Henderi dalam beberapa bulan terakhir.
Dirinya melalui penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/11/2023) menyebutkan, telah membeli sebanyak 472.500 saham BWPT dengan harga pelaksanaan Rp 55 per saham. Pembelian tersebut dilakukan Rabu (8/11/2023).
“Tujuan transaksi untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung,” bebernya dalam penjelasan resminya di BEI, hari ini.
Baca Juga
Konsistensi Teruji, Eagle High Plantations (BWPT) Cetak Laba Rp 104 Miliar
Pembelian tersebut menjadikan total kepemilikan Henderi bertambah menjadi 2,97 juta saham di perusahaan yang dikendalikan Peter Sondakh ini.
Sebelumnya, dirinya telah membeli sebanyak 2 juta saham BWPT dengan harga pelaksanaan Rp 58 per saham pada 19 September 2023. Dengan demikian total dana yang digelontorkan mencapai Rp 116 juta.
Hingga September 2023, perusahaan grup Rajawali Copora inimencatatkan pertumbuhan positif hingga III-2023. Total laba bersih melesat menjadi Rp 104 miliar. Realisasi tersebut sudah sesuai dengan target pertumbuhan double digit yang ditetapkan perseroan.
Baca Juga
Agresif di Proyek Biogas, Emiten Peter Sondakh (BWPT) Gandeng ABM Investama (ABMM)
Perseroan berhasil berbalik menjadi laba bersih senilai Rp 104 miliar sampai September 2023, dibandingkan dengan rugi bersih senilai Rp 15 untuk periode sama tahun lalu.
Direktur Utama Eagle High (BWPT) Henderi Djunaidi mengatakan, pertumbuhan laba tersebut adalah buah konsistensi BWPT dalam penerapan praktik agronomi yang baik,sehingga mampu bertahan dalam kondisi El-Nino. Produksi kebun sawit tetap stabil serta volume penjualan CPO dan PK meningkat.
“Volume penjualan CPO BWPT tercatat naik 8% dari 242.376 MT menjadi 260.711 MT sampai September 2023. Sedangkan penjualan PK meningkat sebesar 4% dari 44.133 MT menjadi 46.009 MT. Perseroan juga berhasil meningkatkan yield panen tandan buah segar sawit per hekatere sebesar 14%,” ujar Henderi melalui penjelasan resminya di Jakarta, Kamis (2/11/2023).
